Doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus langsung kepada murid-murid-Nya sebagai pedoman berdoa.
Sayangnya sekarang lantunan doa Bapa Kami terdengar hanya sebagai sebuah rutinitas tanpa makna…Padahal, Doa Bapa Kami adalah sebuah Doa yang mencakup segala aspek kehidupan.

Mari kita kupas secara detail……(Kotbah Pdt Nathan Dermawan …versi saya…)
Doa diawali  dengan memuliakan/mengagungkan nama-Nya :
Bapa kami yang di sorga,dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu,di bumi seperti di sorga

Lalu dilanjutkan dengan permohonan kita:
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat

dan ditutup oleh pengakuan iman kita :
[Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin.]

Layakkah kita menyebut diri kita sebagai Anak Allah?
Sebagai anak seharusnya kita hidup sepenurut kehendak-Nya. Kita bukan hanya percaya, tapi juga harus bertobat dan di baptis sesuai dengan kehendak-Nya, agar layak menerima kepenuhan Roh Kudus yang akan bersaksi bagi kita.(Kisah Rasul  2:38  Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu,  maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.) dan Roma  8:15-16 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”.  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Jadi, sebagai umat Kristiani alangkah bijak kalau kehadiran kita ke gereja bukan hanya sekedar suatu rutinitas tanpa makna. Kejarlah kepenuhan Roh Kudus!

Sebagai anak, selayaknya kita membina hubungan yang baik dengan Bapa kita. Bagaimana bisa terjalin hubungan baik kalau kita ogah-ogahan datang ke rumah-Nya untuk mendengar firman-Nya. Bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan baik? kalau kita malas membaca firman-Nya? Padahal dari firman-Nya kita bisa mengenal dan memahami apa kehendak dan apa yang menyakiti hati-Nya.

Mari kita tingkatkan kedewasaan rohani kita, mempererat hubungan kita dengan Bapa kita. Bukan hanya sekedar meminta, memohon dan memaksa kehendak kita kepada-Nya tapi kita berusaha/berupaya memuliakan nama-Nya melalui perbuatan dan prilaku kita.
Have a blessed Monday……..