Baru selesai baca buku “TUESDAY with  MORRIE” by Mitch Albom…..(terjemahan tentunya).
Buku bagus! menceritakan bagaimana seorang mantan siswa menemani profesornya menjalani sisa-sisa hidupnya akibat menderita penyakit ALS – Amyotrophic Lateral Sclerosis,penyakit ganas yang menyerang sistem saraf.
Morrie, sang profesor memilih “menikmati” perjalanan kekalahannya karena ALS bersama mantan siswanya yang telah sukses, menyelesaikan “tesis terakhir” mereka, menemukan makna hidup.
Ada beberapa paragraf/kalimat yang akan saya simpan dalam tulisan ini66, mudah-mudahan bisa bermakna juga bagi reader…

1. “Ada kebingungan besar tentang apa yang kita INGINKAN dan apa yang kita BUTUHKAN. Kita membutuhkan makanan, sementara itu kita menginginkan es krim coklat. Kita tidak membutuhkan mobil sport, kita tidak membutuhkan rumah paling besar. Kita tidak memperoleh kepuasan sejati dari semua itu. Kepuasan sejati adalah menawarkan sesuatu yang sudah semestinya kita berikan. Bukan hanya uang tapi waktu dan kepedulian. Abdikan dirimu untuk mencintai sesama, abdikan dirimu kepada masyarakat sekitar, dan abdikan dirimu untuk menciptakan sesuatu yang mempunyai tujuan dan makna bagimu, dengan demkian engkau akan menemukan makna hidupmu.”

2. “Yang sangat didambakan oleh orang-orang pada dasarnya adalah KASIH SAYANG namun karena tidak mendapatkannya, mereka mencari ganti dalam bentuk-bentuk yang lain. Mereka mengikatkan diri pada harta benda dan mengharapkan semacam kepuasan dari situ. Akan tetapi usaha mereka tidak pernah berhasil. Kita tidak dapat menukar cinta, kelembutan, keramahan, atau rasa persahabatan dengan harta benda. Harta tidak pernah dapat menggantikan kasih sayang, begitu pula kekuasaan. Aku dapat berkata begini kepadamu, karena sebentar lagi aku akan mati, dan yang paling aku butuhkan adalah cinta, bukan uang, bukan pula kekuasaan.”

3. “Kalau kau berusaha memamerkan prestasimu kepada kalangan atas agar kau diterima oleh mereka, upayamu akan gagal. Meskipun sesekali mereka akan menegokmu ke bawah. dan jika kau berusaha memamerkan keberhasilanmu kepada mereka yang kurang beruntung agar kau diakui oleh mereka, kau juga akan gagal. Mereka hanya akan iri kepadamu. Di atas tidak di terima, di bawah pun kau tidak di akui. Hanya denga HATI TERBUKA kau akan diterima dan diakui oleh semua orang.”

Sungguh! sebuah buku yang ringan tapi bagus.
Goenawan Mohamad pun menulisnya dalam “Harapan,” Catatan pinggir, Tempo
Bisa baca disini http://books.google.co.id/books?id=TwCqfwPE63IC&pg=PP1&lpg=PP1&dq=selasa+bersama+morrie+,+goenawan+mohamad&source=bl&ots=-RPFYTlfg8&sig=Ji7ZtTAxIIyKIVmXtCGfBy0h6j0&hl=id&sa=X&ei=bzltUNqHFo63rAf3_ICQCg&ved=0CCMQ6AEwAQ