“Agama tidak menyelamatkan jiwa manusia, yang selamatkan manusia adalah Tuhan Yesus Kristus.”

“HIDUP ini bukan Agama, bukan karena Agama yang membuat manusia sekarang bisa makan, minum, berjalan, bekerja atau melakukan segala aktivitas yang lainnya. Bukan Agama yang membuat manusia hidup. Manusia hidup oleh karena Dia yang menciptakan manusia. Apa AgamaNya? AgamaNya adalah: Melakukan segala kehendak-Nya, menuruti perintah-perintah-Nya, memelihara hukum-hukum-Nya, mengikuti jalan dan jejak-Nya. Beriman kpd-Nya. Mengasihi sesama sambil menjaga diri sendiri !!”

Ini adalah 2 diantara sekian banyak status dan pernyataan tentang “AGAMA”
Saya kira, tidak ada yang tidak setuju dengan pendapat di atas! Secara fakta dan kasat mata, banyak yang mengaku beragama tapi perbuatannya jauh lebih buruk daripada yang tidak beragama.

Dari bbm an dengan beberapa hamba Tuhan, saya beranikan untuk sharing kepada reader:

#. Agama  dan melakukan perintah Tuhan bagaikan kesatuan dua sisi dalam satu mata uang , artinya kita tidak mungkin mengatakan  bahwa uang saya hanya gambar yang ini saja , sedang sisi baliknya kita tidak akui, begitu pula sebaliknya. : Agama ada kaitannya dengan ajaran dan perbuatan yang harus kita lakukan. Agama adalah suatu hubungan yang personal antar manusia dengan Sang Khalik (Pencipta) yang mengajarkan bahwa harapan manusia bukan hanya didunia ini saja melainkan juga pada alam kekal kemana kita pasti menuju.

#.  Dalam definisi umum, seorang beragama identik dengan beriman/ ber-Tuhan .
Agama tetap perlu, karena kita hidup dalam sistem dunia dimana agama dibuat untuk membuat penggolongan yang jelas dari setiap kepercayaan yang dianut manusia.
Agama adalah kerangka sedangkan  iman/perbuatan adalah dagingnya
Kerangka berguna untuk menegakkan daging dan ototnya, kerangka juga yang menyebabkan kumpulan daging dan otot terlihat bentuknya. Sedangkan kewajiban dari agama merupakan komitmen masing-masing pribadi penganutnya dalam menjalankan imannya.

#. Agama artinya – jalan untuk mencapai kebahagiaan , tidak kacau ; religi artinya orang yang senatiasa berhati – hati dengan sesuatu yang dianggap suci , agama secara terminologi – kepercayaan terhadap adanya Yang Agung diluar manusia dan penyembahan kepada yang Agung tersebut, serta suatu kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama manusia.

#. Agama secara umum adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan, sedangkan agama kristen adalah sekelompok orang yang percaya kepada Kristus dan beribadah dengan mementingkan aspek-aspek rohani yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus. Jika seorang melakukan perintah dan teladan Yesus, ya otomatis beragama kristen atau menganut ajaran kristiani !

Menurut Wikipedia , ada 4 (cara orang ber agama):
1  Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya.

2  Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.

3  Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.

4  Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.

Kalau kita mengaku umat yang beragama, cara beragama manakah yang kita anut?
Semoga bermanfaat……Kemuliaan hanya bagi Nama Tuhan , Allah kita yang Esa dan Maha Kuasa