Aku repost tulisan/penjelasan saudara seiman di Sabah, imo memberi penjelasan yang okay sekali…mudahan bermanfaat

    Melchizedek Sylvester
Syukur puji Tuhan atas bimbingan-Nya dalam hidup kita. Saya percaya bahwa ramai daripada kalangan group ini (Bual Bicara Tentang Injil) mempunyai tanggungjawab dan komitmen masing-masing. Ada pun manusia itu tanggung jawap hakikinya adalah supaya kita mencari dan mengenal Tuhan, memuliakan Tuhan serta mengabarkan kemasyuran-Nya. (Kis 17, Yes 43:7, 21)

Apabila kita membaca dan meneliti Alkitab, maka kita selalu bertanya apa, dimana, siapa, mengapa dan bagaimana. Tetapi memahami Firman Tuhan tidak terbatas hanya setakat itu tetapi dari hati yang tulus untuk mencari Tuhan dan mau menjadi murid-Nya yang pada akhirnya diselamatkan.

Justru kali ini sdra Deon bertanya mengapa dikatakan Yesus “duduk disebelah kanan Allah”?

KALAU YESUS ADALAH ALLAH MENGAPA PERLU LAGI DIKATAKAN DUDUK ATAU BERDIRI “DI SEBELAH KANAN” ALLAH?

Banyak bagian didalam Alkitab Perjanjian Baru mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Bahkan Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah Allah.

ALLAH HANYA ADA SATU DAN TIDAK TERBAGI-BAGI. ALLAH ITU ESA.

Betapa orang Yahudi tidak percaya Yesus kerana mereka menganggap Yesus menghujat Allah dengan mengatakan bahwa Dia adalah Allah. Sebab itu mereka dengan penuh keyakinan untuk membunuh Yesus di atas kayu salib.

Allah itu mahakuasa. ALLAH ITU ROH DAN MEMENUHI SEGALA SESUATU. Ketika Yesus berada dibumi sebagai manusia demi mengenapi anugerah penebusan apakah tiada Allah di Sorga?

Jika kita berpendapat bahwa Allah ada di Sorga maka kita mengakui bahwa Allah itu Esa, mahakuasa dan memenuhi segala sesuatu.

Jika kita berpendapat bahwa Sorga saat itu tiada Allah kerana telah turun sebagai manusia sebagai Yesus MAKA TANPA KITA SADARI KITA MENGATAKAN BAHWA ALLAH ITU TIDAK MAHAKUASA DAN TIDAK MEMENUHI SEGALA SESUATU.

Yesus yang adalah Allah telah menjadi sama seperti manusia untuk MENGENAPI ANUGERAH KESELAMATAN MANUSIA UNTUK MATI DI ATAS KAYU SALIB. Sementara Yesus sebagai manusia di bumi, Yesus juga ada di Sorga. Kerana Yesus adalah Allah dan Ia dapat wujud di dua tempat berlainan dalam satu masa bahkan dapat wujud di banyak tempat dalam satu masa. Kerana Allah itu maha-berada.

Yesus disebut Anak Manusia. Kenapa Alkitab sering menyebut Yesus Anak Manusia?

Andai Anda mengatakan kepada teman-teman anda bahwa Anda adalah anak manusia bukankah Anda akan dianggap gila? Perlukah kita mengatakan bahwa kita adalah anak manusia?

Tetapi berbeda dengan Yesus seperti yang dikatakan dalam Alkitab. Yesus dikatakan Anak Manusia KERANA SESUNGGUHNYA YESUS YANG ADALAH ALLAH TELAH BENAR-BENAR MENJADI SAMA SEPERTI MANUSIA. YESUS MELALUI KELAHIRAN, PUNYA KELEMAHAN, EMOSI DAN JUGA KETERBATASAN.

Pada hakikatnya ALLAH JUGA PERNAH MUNCUL KE DUNIA SEJAK PERJANJIAN LAMA LAGI. ALLAH PERNAH MENAMPAKKAN DIRI KEPADA ABRAHAM, LOT, YAKUB, YOSUA, dan banyak daripada bagian lain. Tetapi pada kali ini, Allah mengenapi seperti apa yang pernah dinubuatkan dalam Kitab Suci mengenai kedatangan Sang Juruselamat  yaitu Yesus.

Namun saat Yesus sama seperti manusia, Yesus dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus. Oleh sebab itu Yesus sangat berhikmat serta melakukan banyak sekali tanda dan mujizat. Oleh Roh Kudus, Yesus menjadi manusia yang luar biasa. Sebab itu Yesus pernah mengingatkan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka juga mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang pernah Dia lakukan malah lebih besar daripada itu. Bagaimana mungkin? Kerana Roh Kudus. (Yoh 14: 12  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa)

Apakah Yesus masih manusia selepas bangkit dari kematian?

Apakah perbedaan Yesus sebelum dan selepas bangkit dari kematian?

Sebelum.

Saat Yesus menjadi manusia, DIA TELAH MENJALANKAN TANGGUNGJAWAB SELAYAKNYA SEBAGAI MANUSIA BIASA DI BUMI. Sebagai manusia, kita berwajib MEMANGGIL ALLAH itu BAPA. Sebab itu Yesus ketika bersaksi dan berdoa, sering memanggil Allah sebagai Bapa.

Saat Yesus menjadi manusia, Yesus tidak wujud di dua tempat berlainan dalam satu masa. Karena manusia begitu terbatas dan bukan roh.

Selepas.

Saat setelah Yesus bangkit, Yesus tidak lagi memakai rupa manusia. Dia adalah Allah dan Alkitab dengan jelas tidak lagi mencatatkan Yesus berdoa dan memanggil Allah sebagai Bapa. Bahkan Yesus dengan penuh otoritas mengungkapkan “terimalah Roh Kudus”. Kerana Dia adalah Allah dan punya otoritas untuk mengaruniakan.

Saat setelah Yesus bangkit, Yesus boleh wujud di dua tempat yang berlainan dalam satu masa. Sebagai contoh ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid, tercatat bahwa Yesus ghaib dan muncul dengan serta merta. Sesuatu yang tidak pernah terjadi ketika Yesus menjadi sama seperti manusia (sebelum bangkit dari kematian) Peristiwa ini dapat dilihat ketika peristiwa di Emaus dan juga di rumah dimana murid-murid Yesus sedang berkumpul. Pada waktu itu, semua bagian rumah tertutup tetapi Yesus dengan tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka. Murid-murid menjadi sangat ketakutan karena menyangka itu hantu tetapi ditenangkan oleh Yesus sendiri. Pernah suatu kali murid-murid ketakutan karena hantu. (Mat 14:22-33) Saat itu Petrus segera meminta jika itu adalah Yesus maka dia pun mampu untuk berjalan di atas air. Ternyata Petrus juga mampu. Tetapi saat ketika berita Yesus telah bangkit, Thomas tidak mau percaya selagi dia tidak menyentuh-Nya sendiri. Namun dalam peristiwa itu Thomas terus percaya dengan segenap hatinya bahkan mereka makan bersama-sama dengan Yesus saat itu dengan perasaan yang sangat-sangat tak terkatakan. (Luk 24:36-49, Yoh 20:19-23)

Perkara ini menunjukkan bahwa setelah Yesus bangkit dari kematian, Yesus tidak lagi seperti manusia yang sebelumnya yang begitu terbatas. TETAPI SETELAH YESUS BANGKIT DARI KEMATIAN, YESUS ADALAH ALLAH YANG MAHAKUASA, MAHA-BERADA, DAN TIDAK ADA SESUATU YANG DAPAT MEMBATASINYA LAGI.

Sesudah Yesus menampakkan diri kepada murid-murid Yesus kemudiannya berangkat ke Sorga dan dikatakan dalam banyak bagian kitab Perjanjian Baru (ditulis oleh murid-murid Yesus sendiri) bahwa Yesus berada di sebelah kanan Allah.

Mengapa istilah ini digunakan oleh para murid Tuhan Yesus ketika mengungkapkan perkara ini?

Ibrani 8:1 menjawab persoalan tersebut.

Istilah duduk di sebelah kanan Allah membawa maksud bahwa Pintu Anugerah Keselamatan itu masih terbuka. Selama pintu Anugerah Keselamatan itu masih terbuka, selama itu manusia harus merebut untuk masuk melaluinya. Selama pintu Anugerah keselamatan itu masih terbuka, berarti manusia memiliki kesempatan untuk dapat diselamatkan.

Jika pintu anugerah keselamatan terbuka apakah pintu keselamatan itu akan tertutup? Bila ia akan tertutup?

Pintu Anugerah Keselamatan itu akan tertutup ketika Yesus turun untuk kedua kalinya. Pada kedatangan Yesus kali kedua, dunia dan segala isinya akan dimusnahkan, orang-orang yang tidak percaya akan dihukum dan orang-orang yang percaya akan diselamatkan.

Pada waktu itu, semua orang yang diselamatkan akan tinggal di Sorga dan Yesus akan menjadi Raja atas segala Raja, Tuan atas segala Tuan. Maka tiada lagi istilah “duduk disebelah kanan” artinya pintu anugerah keselamatan telah pun tergenapi dan sudah tertutup.

Tema Agung Alkitab adalah Keselamatan. Tuhan mau agar manusia dapat diselamatkan dan apabila genap jumlahnya maka Tuhan sendiri akan mengenapinya dan memberikan kelegaaan bagi mereka yang menantikan-Nya. Amin.

Dengan sedikit edit bhs melayu –> bhs Indo🙂