Jumat, 25 Feb 2011

Senin, 28 feb 2011

Kamis, 3 Maret 2011, 2 hari sebelum ke Jakarta

RIP Selasa, 27 Maret 2012 jam 23.15 wib

Kesaksian : Kekuatan Doa

Dalam Nama Tuhan Yesus saya bersaksi:
Jumat, 25 Februari 2011, jam 06.00 telpon rumah kami  berdering. Memang tak biasa sepagi ini ada telepon masuk. Saya dan Gunawan masih tidur, namun karena letak telpon disisi tempat tidur dering telpon langsung membangunkan Gunawan dan langsung menerima panggilan itu.
Ternyata dari cici Gunawan yang memberitahukan bahwa mama mertua ku begitu bangun pagi langsung muntah dan ada darah yang kelihatan beku dan hitam. Gunawan bergegas bangun dan merapikan diri. Sebelum pergi aku mendengar dia menghubungi Pdt Dede melalui handphone untuk mohon bantu doa bagi mamanya.
Pendeta Dede sendiri kebetulan baru berada di Banjarmasin beberapa hari lalu. Tinggal di Pos PI Gereja Yesus Sejati, tidak jauh dari rumah tinggal kami dan juga rumah tinggal ibu mertuaku di Kelapa Gading Gatot Subroto Banjarmasin.
Beberapa saat kemudian aku sendiri juga menyusul ke rumah mama mertua dan disana kami bersama-sama dengan Pdt Dede berdoa mohon Tuhan jamaah dan beri kesembuhan pada mama mertua yang kami cintai.
Kondisi mama mertua ketika itu betul-betul mengkhawatirkan. Dia sama sekali tidak sadar, atau dapat dikatagorikan “koma”. Sudah dua kali dia muntah berikut darah beku dan hitam.
Langkah berikutnya,Gunawan berusaha menghubungi dokter AY(rekomendasi dari dr S), nggak bisa di hubungi! sampai akhirnya dr S yang telpon dan laporkan pada dia. Terima kasih pak Dokter.
Kita minta ambulance, dari jam 08.00(kita minta), ambulance datang jam 11.30 (mama sudah muntah lagi dengan darah coklat yang banyak,sekali ini nggak kena bajunya karena saat muntah,kepalanya saya angkat dikit sehingga mulutnya langsung bisa ke ember)
Sampai di UGD RS Suaka Insan, dapat pertolongan pertama, rekam jantung dan infus, sambil antri kamar.
Jam 13.00 an kami dapat kamar…di Monica 6, walau mama tidak sadar dan pandangan matanya kosong, kami yakin bahwa mama okay aja karena pada saat di test alergi obat(dengan suntikan), beliau bereaksi “terganggu”. Sampai-sampai pada waktu Pdt Nathan besuk dan doakan sore harinya saya bilang sama pak pendeta, juga pada rombongan Yayasan Kanaan pusat yang kebetulan lagi di Banjarmasin dan menyempatkan diri mendoakan mama bahwa mama kalau ibarat HP(Hand Phone), HP nya lagi “heng”, nggak bisa menerima dan nggak bisa mengirim sinyal.
Bukannya saya “kurang ajar” tapi saya ingat kotbah pdt Dede dulu, bahwa rasa kuatir/cemas yang berlebih/ekspresif toh tidak membawa kebaikkan.
Tulisan beliau di WS yang terbaru juga mencontohkan saat Naaman disuruh Elisa untuk menceburkan dirinya 7x di S Jordan untuk mentahirkan dirinya, Naaman gusar dan panas hati,begitu mudahnya,sampai pegawainya bilang, kalaupun nabi itu menyuruh perkara yang sukar bukankah bapak pasti lakukan,kenapa yang mudah tidak?. Nah sayapun demikian, kita hanya perlu berserah/pasrah pada-NYA(mudah) buat apa kita buang energi dan bikin ribut RS dengan minta dokter dan pelayanan yang macam-macam?(sukar).

Jumat malam mama di pindah ke Ruang Elisabet 1(sesuai permintaan kita), hanya cici dan asisten mama yang jaga di RS, kami berkebaktian Sabat Awal di Pos PI GYS Gatot.Sabtu pagi kami balik ke RS, masih tidak sadar, jam 11.00 kami tetap kebaktian Sabat Siang , sampai selesai perjamuan kasih, saya pulang ke rumah dan masak tim ikan gabus/haruan, karena diagnosa mama adalah kurang albumin (2,7 normalnya 4). Puji Tuhan saya tetap di sadarkan untuk selalu ingat pada-Nya, saya buat tim ikan gabus dengan memohon pada-Nya agar membawa kebaikan bagi mama (ingat kotbah pdt Barnabas, kita bisa sembuh hanya karena berkat kasih Tuhan, bagi orang lain boleh tidak ada khasiat maksimal tapi kalau kasih Tuhan beserta, MANJUR bagi kita)
Dengan pipet aqua gelas, saya berusaha masukkan semua “juice ikan” ke mama lewat samping lidahnya yang telah tertekuk keatas, karena mama selalu semburkan (dengan keras) apa yang kita masukkan kemulutnya.

Suster sesuai dengan perintah dokter selalu minta ijin untuk masukkan pipa lewat hidung untuk asupan makanan, kita tahu bahwa itu tidak mungkin karena mama sangat kuat untuk menolak sesuatu yang tidak nyaman baginya, infusnya saja sempat pindah lokasi dan di kasih papan spy tetap stabil, dan pdt Dede pernah bilang, “Kalau Yesus berpuasa 40 hari 40 malam tanpa makan minum, rasanya masuk logika kalau kita manusia bisa tetap bertahan 3-7 hari”, apalagi cadangan lemak mama banyak ^_^
Akhirnya minggu pagi menjelang siang kita ijinkan suster melakukan usaha memasukkan slang makanan, buktinya GAGAL! “Oma berontak sekuat tenaga”, kata Yani sang asisten Mama, “Yani sampai nggak tega, Oma teriak “Kenapa aku di siksa?”…..

Minggu siang mama mulai “connect”, mau makan obat dengan suapan normal,mau minum air putih lumayan banyak dan say “Thank You” (benaran! hehehehe)….berarti mama dah full connect.
Minggu sore tim besuk, pdt Nathan, dkn, majelis dan jemaat bersatu mendoakan tak henti-hentinya, begitu rombongan keluar kamar mau besuk yang lain, masuklah pdt Dede dan sdr David H/Ayung.
Seperti biasa, setiap ada tamu beliau pengen tahu siapa, saya bilang di telinganya bahwa ada Pdt Dede, beliau langsung bicara ke pdt Dede :”Saya bersedia dipermandikan dalam nama Tuhan Yesus”…. wow,kami speechless, untung saksinya pendeta Dede dan Ayung/David Hartawan, siapa kira? siapa sangka?
Selama ini Gunawan selalu memberitakan tentang Yesus dan keselamatan kepada beliau dan kamis malam sebelum beliau “koma” ,diskusi terakhir adalah “Apa beda Buddha(beliau memang pengikut Buddha yang aktif dari mudanya) dengan Tuhan? Gunawan jelaskan:” Buddha adalah manusia yang mencapai kesempurnaan tapi Sang Buddha adalah tetap manusia ciptaan Tuhan yang akhirnya meninggal, sedangkan Tuhan adalah PENCIPTA kita “…..
Pada saat beliau tidak sadar(saat saya jaga), beliau selalu memanggil/menyebut nama Tuhan, tidak pernah sekalipun lagi menyebut Buddha,sebelumnya beliau selalu menghapal Matram Buddha.
“Tuhan, tunjukkanlah kekuasaan-Mu”….”Ada apa kah dibalik semua ini?” itu yang berulang-ulang disebut.
Dan mulai Minggu siang itu, kesehatan beliau terus meningkat kearah kepulihan, diawali dengan makan cerelac, banyak minum dan malamnya makan arem-arem 1 biji. Senin pagi beliau sudah makan bubur, makan kue wafer, minum kopiko(kopi dengan brown sugar).
Dengan bersandar pada kuasa Tuhan (dokter belum mengijinkan pulang; “Emang dokter punya kuasa? dia(dokter) tidak merasakan  hanya berbaring disini lama-lama” kata mama saat dia memaksa minta pulang kerumah Senin pagi.
Saya jawab:”Betul sekali!Ma dokter kita Tuhan yang diatas lebih hebat ya Ma ya?sambil saya kasih “jempol” pada beliau.
“He eh” jar …… Kami semua tertawa. ).
Senin siang tgl 28 Feb 2011,kami bawa pulang mama ke rumah, begitu di rumah, dia minta dan makan banyak mie kuah depot Vina. Puji Tuhan.
Dan hari Selasa tgl 1 Maret 2011 beliau di baptis oleh Pdt Nathan Dermawan  dan menerima Sakramen Basuh Kaki dan Perjamuan Kudus siangnya.
Jalan Tuhan memang tak terselami, KAsih-Nya NYATA, kita hanya perlu percaya,berserah dan berpaut selalu pada-NYA, berkat pasti didapat dengan berlimpah dan tak terduga.
Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus.

Ps … 27 Maret 2012 jam 23.15 wib mama berpulang di RS Saint Carolus Jakarta.