Di penghujung 50th ku, aku mengucap Syukur atas segala Anugrah-Mu ya Tuhan yang dilimpahkan dalam sepanjang 50th ini.
Terima kasih atas alm papi yg mendidik dengan perbedaan perlakuan, menjadikanku tidak manja dan terlena: aku juga akhirnya merasakan kasih beliau yang tersembunyi di balik keluhannya:”Coba kam anak lelaki”(in indonesia: andai aku dilahirkan sebagai anak lelaki beliau), awalnya aku sakit hati menerima kata-kata tsb. RiP Papi…
Atas mami yg mendampingi alm papi dgn “pelayanan” beliau kepada keluarga besar yang tak mungkin kami tiru.

Terima kasih atas alm papa dan mama mertua, yang perkataan selalu dipertanggungjawabkannya melalui perbuatannya; mungkin karena “didikan belanda”🙂..Kami ipar ber ipar tak pernah berselisih paham.

Terima kasih atas Gunawan Masribani my soulmate, yang over protective, yg perkataanya seperti “titah”, yg dahulu spt memadamkan ambisi, terasa tidak memberi kesempatan berkarya, sekarang membuatku bisa menikmati hidup apa adanya, secukupnya aja….:)

Terima kasih atas Indra dan Dian yang walau dulu pernah membuat jantung berdegup kencang tak beraturan, tulang menjadi lemas🙂 terukir di diary hijau kecil(ingat?). Sekarang kalian sudah membuat mami bisa duduk di “rocking chair”…mudahan nantinya menjadi “Lazy chair”🙂

Terima kasih juga atas Jeanne yang bersedia mendampingi Indra dalam iman yang sama, memberi “hadiah” yang terindah, si Michael. Jeanne lah nantinya yang akan menjadi “Tiang doa” keluarga selanjutnya.

Terima kasih atas Rollick Prasetya sebagai orang terdekat Dian. Dan Ev Silas Ong yang membimbing Rollick sehingga menjadi anak-Nya dengan rasa “Cinta Semula”…

Tuhan, Engkau sungguh Maha Pengasih dan Maha Permberi yang terbaik bagi kami pada waktu-Mu. Haleluya

29 April 2012, jam 23.45 kami mendarat di Denpasar dari Perth.