Suharto, ibu Tien, Benny Murdani, Sudomo….orang-orang kuat jaman Orde Baru antri “berpulang” sesuai dengan masa kontrak. Jangankan mereka yang hanya “kuat” dijaman mereka…bahkan para nabi dan rasul pun tidak bisa menghindar dari kematian.(oleh sebab itu, kita boleh meneladan prilaku nabi, rasul, dan orang suci yang selaras dengan Kitab Suci tapi jangan sampai kita memuja mereka, karena itu sama dengan menduakan Tuhan…imo)
Kematian adalah pasti! dunia orang mati memang misteri Tuhan, hanya DIA dan kita(yang mati) yang akan tahu bagaimana dunia “sana”.
Tapi, sebagai orang Kristen, Alkitab telah memberi petunjuk yang jelas:
Mazmur 89:49 Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati?
Banyak orang yang tabu membicarakan kematian, dunia “sana”….. joke: Kalau kita tidak tahu tentang kematian, ngapain susah-susah mikir? nikmati  hidup di dunia, urusan nanti ya nanti!

Ibrani 9:27  Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk MATI HANYA SATU KALI  saja, dan sesudah itu dihakimi,……tidakkah kita akan menyesal ketika kita sampai disana dan tidak dapat lagi berbalik lagi untuk bertobat?  Ingat cerita Alkitab di Lukas 16:27-31 yang mengisahkan tentang si orang kaya yang menderita sengsara di alam maut, tidak ada pertobatan di alam maut, orang kaya begitu merasakan  betapa siksa dalam alam maut  tapi apa boleh buat, pertobatannya terlambat…Jadi Ia meminta Abraham supaya menyuruh si Miskin Lazarus kembali ke dunia, kerumah ayahnya untuk memperingatkan kelima saudaranya yang masih hidup dengan sungguh-sungguh supaya tidak menerima sengsara alam maut seperti dirinya.

Tidak akan ada lagi pertobatan dalam dunia orang mati. Hidup adalah peluang. “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena TAK ADA pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat DALAM DUNIA ORANG MATI, ke mana engkau akan pergi.”(Pengkotbah 9:10). Tidak ada lagi bagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari. Kita akan di adili (oleh Firman Tuhan) sesuai dengan perbuatan kita semasa hidup (Wahyu 20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka  semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati DIHAKIMI   MENURUT PERBUATAN   MEREKA, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.)

Bagaimana hidup yang benar? Alkitab adalah petunjuk dan tuntunan dari-Nya.
Nuh adalah PEMBERITA KEBENARAN. (2 Pet 2:5). Nuh menyampaikan pesan bahwa barang siapa yang masuk dalam Bahtera yang dibinanya pasti terhindar dari malapetaka air bah. Artinya mereka yang masuk dalam Bahtera Nuh akan selamat. Begitu banyak jenis bahtera yang pernah diciptakan manusia tetapi hanya ada satu Bahtera Nuh yang dapat bertahan dari murka air bah. Mengapa? Karena Bahtera Nuh dibuat berdasarkan petunjuk (Firman) Tuhan.

Apakah kita telah berada di “Bahtera Nuh”? Bahtera yang memberitakan Kebenaran-Nya. Agar kita ketika “finish” di dunia, akan menerima janji KeselamatanNya, karena alam yang kita tuju adalah alam yang kekal.
Kemuliaan hanya bagi nama Tuhan kita yang Esa dan Maha Kuasa.