Dalam kehidupan didunia ini,tidak bisa dipungkiri,banyak fakta bahwa orang yang tidak mengenal Tuhan pun banyak yang hidupnya berkecukupan bahkan berlebihan daripada kehidupan orang-orang yang mengenal Tuhan.

Alkitab pun mencatat kecemburuan pemazmur Asaf dalam Mazmur 73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual,kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
ayat 4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka,sehat dan gemuk tubuh mereka.
ayat 5 Mereka tidak mengalami kesusahan manusia dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

Pemazmur Asaf mengamati kehidupan (duniawi)
ayat 10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka,mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah……*Orang-orang yang percaya berbalik menjadi orang fasik karena “kilau” harta duniawi*
ayat 12 Sesungguhnya,itulah orang-orang fasik:mereka menambah harta benda dan senang selamanya!

Didalam berjalannya proses,pemazmur Asaf mengambil kesimpulan yang kurang tepat;
Mazmur 73:13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih,dan membasuh tanganku,tanda tak bersalah

Namun akhirnya dia mengakui bahwa mengikuti DIA adalah anugrah yang tidak didapat setiap orang (II Tes 3:2 dan supaya kami terlepas daripada pengacau dan orang-orang jahat,sebab bukan semua orang beroleh iman)

Mazmur 73:17 sampai aku masuk kedalam tempat kudus Allah,dan memperhatikan kesudahan mereka.
ayat 18 Sesungguhnya ditempat-tempat licin Kau taruh mereka,Kau jatuhkan mereka sehingga hancur.
ayat 19 Betapa binasa mereka dalam sekejap mata,lenyap,habis oleh karena kedasyatan!

Ayat 27 Sebab sesungguhnya,siapa yang jauh daripada-Mu akan binasa;Kau binasakan semua orang yang berzinah dengan meninggalkan Engkau

Pdt Dede bilang(@7th anniversary Titi & Selfy malam tadi),kita jangan sekali-sekali iri dan dengki kepada “kelimpahan” orang fasik,kalau cemburu boleh saja…diharapkan cemburu yang benar lalu kita intropeksi diri,berbenah diri….lalu berusaha agar kita menjadi layak menerima limpahan berkatNYA.

imo…
Bersyukurlah selalu dengan apa yang kita peroleh ,berusahalah dalam jalanNYA,jangan jual kebenaranNYA,teguhlah pegang perintah-perintahNYA,jauhi laranganNYA,tetaplah bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru selamat kita,Yesus Kristus.BagiNYA kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya.

ps
Tsunami di Aceh,meletusnya G Sinabung (yg “tidur” selama 400 tahunan),bencana tanah longsor,perampokan,kebakaran,siapa yang bisa menghindar dari kedasyatanNYA?
Pengalaman pribadiku….Ada yang berlimpah materi,sanak saudara,anak mantu dan cucunya saling “cakar”.
Atau menerima akibat dari perbuatannya dulu saat mengumpul harta(dengan jalan yang salah) dengan “menikmati” dinginnya sel tahanan,seperti para koruptor kita.Bisa saja kita atau siapapun berdalih,sesudah keluar sel dia “sugih” lagi….Dapatkan mereka mengingkari hati nurani mereka akan “siksanya” tinggal di sel?
Aaaaahhhh….amit-amit deh,semua habis untuk mereka(Rini Vania mode on) =_=