Hari ini bacaanku sampai pada Pengkotbah dan “mind” ku me”mix” antara bacaan dan fakta..
Rame-rame kasus memanasnya hubungan RI dan Malaysia,kasus pidato Presiden di Cilangkap,kasus “pelecehan nurani rakyat” oleh “yang mewakilinya”, dimana mereka mau berfoya-foya atas gedung yang masih layak dibanding sekolah-sekolah yang ambrol dan rusak se antero Indonesia,kasus Anggodo,kasus Gayus(hari ini Milla sang istri bersaksi atas “pembagian” harta Gayus,suaminya😦 dll dll.
Alkitab menulis :
Pengkotbah 5 : 7 Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa,janganlah heran akan perkara itu,karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain,begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka

ayat 8 Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah,kalau rajanya dihormati didaerah itu.
imo….Rakyat Malaysia menghormati rajanya,bagaimana dengan kita? :p

Berkaitan dengan para koruptor
Pengkotbah 5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,dan siapa yang mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.Lalu korupsi! =_=

ayat 10 Dengan bertambahnya harta,bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya.Dan apakah keuntungan pemiliknya selain daripada melihatnya?
ayat 12 ……kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
ayat 13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan,sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya
ayat 16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan,mengalami banyak kesusahan,penderitaan dan kekesalan.

imo…..Koruptor yang kaya karena harta yang bukan hak nya,menyimpannya di safety deposit box,takutan kalo mendadak berubah gaya hidupnya–>hanya dipandang aja RP dan $ nya 😀 ,lalu ketahuan,”berbagi” dengan “markus” dan para pemutus keadilan yang “serong”.Semua turut menghabiskan hartanya,tentu saja dia(sang koruptor) menjadi sedih,susah dan kesal dan kalau bukan karena remisi dll ia akan mengahabiskan sepanjang hidupnya dalam kegelapan sel tahanan.Harta disita buat negara,apa yang didapat anaknya? selain “sejarah” bapaknya yang kelam….amit-amit deh…….

Sebaliknya
Pengkotbah 5:17 Lihatlah,yang kuanggap baik dan tepat ialah ,kalau orang makan,minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah dbawah matahari selama hidup yang pendek,yang dikaruniakan Allah kepadanya,sebab itulah bahagiannya

Ayat 18 Setiap orang yang dikaruniakan Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya,untuk menerima bahagiannya,dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itupun karunia Allah.

Jadi ,Berjerih lelahlah(jangan terpikat dengan yang serba instan) untuk memperoleh bahagian kita,bersyukurlah dengan apa yang kita peroleh,kembalikan kepadaNYA bagianNYA,ke rumah dan para hambaNYA yang membantu mengelola dan menyalurkan (untuk membantu saudara-saudara kita yang masih “dibawah”)
Bagaimana?

Ps
Ini adalah imo ,my interpretasi,kalau reader ada cara penafsiran yang lain,mari berbagi….Thanks