Injil yang kita imani sebagai firmanNya,sarana Dia berkomunikasi dengan kita,memang “hidup”.
Kita harus rajin membaca dan mendalami firmanNya agar kita tidak salah mengenal “suaraNYA”,Pdt Theodores mengibaratkannya..sama seperti kalau kita dapat panggilan telpon dari suami atau orang terdekat kita yang sudah sering berhubungan,begitu “hallo”,kita sudah tau siapa yang bicara.
Tapi kalau kita tidak pernah berhubungan,bagaimana kita tau/mengenal siapa yang bicara?jangan-jangan orang salah sambung ^_^
Untuk lebih mengerti dan mendalami firmanNya,seorang hamba Tuhan sangat besar peranannya.Seperti yang tertulis di Kis 8:31 Jawabnya:”Bagaimanakah aku dapat mengerti kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk disampingnya…Ini saat Filipus mendapati sida-sida membaca kitab nabi Yesaya.

Malam tadi KTB dirumah sdr Kurniawan/Darsing…Ada hal yang berkaitan dengan diatas…yang kalau kita baca sendiri pasti tidak terpikir oleh kita.
Terima kasih kepada pdt Dede yang telah menguraikannya dengan jelas,mudahan aku tidak keliru untuk membagikan kembali kepada reader…(koreksi diharapkan)….:)

Matius 1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus,anak Daud,anak Abraham. 2.Abraham memperanakkan Ishak,Ishak memperanakkan Yakub,Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya.

Kenapa Yehuda yang disebut sebagai anak yang diperanakkan Yakub?
Bukan Ruben yang memang anak sulung Yakub? Kej 49:3 Ruben,engkaulah anak sulungku…..
Atau Yusuf sebagai anak Yakub yang paling baik dan disayang? Kej 49:22 Yusuf adalah seperti pohon buah buahan yang muda,pohon buah buahan yang muda pada mata air.Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. 26. Berkat ayahmu melebihi gunung-gunung yang sejak dahulu,yakni yang paling sedap dibukit bukit yang berabad-abad;semuanya itu akan turun keatas kepala Yusuf,keatas bahu kepala orang yang TERISTIMEWA diantara saudara-saudaranya.

Karena Ruben telah mencemari petiduran ayahnya.Kej 49:4 Engkau yang membual sebagai air,TIDAK lagi engkau yang TERUTAMA,sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu….(berhubungan dengan Ribka,ibu tirinya).Itu adalah kesalahan/dosa besar!

Mengapa Yehuda? Karena FirmanNya hidup,tak lengkang dimakan jaman.
Yehuda adalah penggambaran kita sebagai umat dan gerejaNya
Jangan sampai kita seperti Ruben….yang melakukan dosa besar dan tak bertobat.
Tidak mungkin kita sesempurna Yusuf,karena kita adalah manusia biasa yang masih mempunyai keinginan daging yang besar.

Yehuda adalah anak yang lumayan baik,mencegah niat saudara-saudaranya untuk membunuh Yusuf,tapi tetap melakukan kesalahan ,menjual Yusuf kepada orang Ismael(Kej 37:26,27)
Belakangan Yehuda bertobat dengan memberikan dirinya sebagai budak untuk menebus Benyamin (Kej 44:33)

Kita(entah kita sebagai umat biasa,hamba Tuhan,pengurus rumahNya) dan juga Gereja(yang adalah rumahNya)hendaklah seperti Yehuda,walaupun kita tidak luput dari dosa,janganlah niat kita dikuasai si jahat dan dalam perjalanan menuju garis akhir hidup kita,hendaklah kita selalu berubah menuju kearah kebaikkan,melayaniNya,memberitakan keselamatanNya,menebus orang-orang yang masih belum terselamatkan oleh darahNya,seperti Yehuda yang bersedia menjadi budak(bukan lagi hamba…budak adalah milik pribadi tuannya bukan lagi hanya sebagai pesuruh)demi menebus Benyamin saudaranya.

Semua hanya untuk kemuliaan namaNYA…Imanuel