Pulang dari KTB dirumah sdr Cristian Sinter/Cen-Cen Boy….tak sabar untuk berbagi…..
Kemarin senin waktu syukuran di ultahnya Rini Swie Kwang,pdt Dede menyampaikan firman tentang bagaimana seharusnya wanita berprilaku…tunduk pada suami,mengingatkan suami kalo melenceng jalannya.Istri adalah sebagai penolong,suami adalah imam/kepala rumah tangga….Baca ini
Laki-laki/para suami serasa “mendapat angin”…terbukti ada saudara yang nyeletuk…………”Dengar tuh baik2 wahai para istri!…..” ^_^

Malam ini pdt Dede,memberi “warning” juga bagi para suami..(supaya adil…)
Seorang suami yang merasa istrinya salah(karena selalu komplain pada prilaku istrinya) dan dikuatkan oleh komplain orang-orang juga terhadap prilaku istrinya(mungkin si istri adalah seleb,yang menjadi focus perhatian orang :P),jangan keburu merasa senang dan benar sendiri.
Sebagai imam/kepala keluarga…suami wajib menegur dan memberitahu istrinya…jangan dibiarkan(karena sudah merasa “mentah hati”) karena tersirat dalam alkitab….
Walaupun Hawa yang mula-mula tergoda,mengambil dan memakannya(buah pengetahuan) dan lalu memberikannya kepada suaminya Adam (Kejadian 3:6) tapi Adam lah yang ditulis alkitab sebagai orang yang menyebabkan kita “mati” (I Korintus 15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam(bukan Hawa!!)…………”
Jadi …Adam memikul dosa yang disebabkan oleh Hawa karena membiarkan Hawa tergoda.
Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik,tetapi ia tidak melakukannya,ia berdosa.

Kesimpulannya….Kita sebagai pasangan suami istri,terdiri dari dua manusia yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan .Mari kita sadari itu dengan sepenuh hati…saling mengingatkan kalau ada yang kurang,yakinlah..tak ada pasangan(yang normal) yang ingin menjatuhkan pasangannya….pasti yang kita inginkan adalah yang terbaik bagi pasangan kita.
Kita diberi 2 telinga dan 1 mulut,agar kita lebih banyak mendengar dulu sebelum bicara.
Sejelek-jeleknya pasangan kita…toh dulunya kita merasa bangga telah dipilih dan setengan mati berusaha mengejar dan mendapatkannya,artinya kita menikah karena pilihan kita sendiri,bukan karena terpaksa atau dipaksa bukan?
dan ingat (kata pdt Dede)…tak ada manusia itu yang baik seluruhnya atau yang jelek seluruhnya….pasti ada kekurangan diantara kesempurnaan dan kelebihan diantara kejelekannya…
Mudah-mudahan bermanfaat…Imanuel.