Bahasan PA malam tadi di Pos PI oleh pdt Dede…

I Timotius 3:1 Benarlah perkataan ini:”Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah”

*Memang,sampai hari ini tidak lazim (bahkan bisa-bisa dicemooh) kalau ada orang yang mengajukan/menawarkan diri bersedia untuk menjadi diaken/diakenis,panatua.Tapi sesuai dengan kemajuan jaman,keterbukaan..siapa tau dimasa depan kita akan menjumpai hal seperti ini.
Jadi….alkitabiah bila seseorang berani mengajukan diri ingin menjadi penilik jemaat…jangan di cemooh sebagai ambisius.
Sebagai jemaat,kita seharusnya menanggapi positip,bersyukur atas kesediaannya asal syarat-syarat untuk memangku jabatan itu telah dipenuhinya…,karena kalau kita membiarkan orang menjabat tanpa memenuhi syarat-syarat yang tertulis(I Tim 3:2-13) dan umum berlaku,kita menjerumuskan dia dan jemaat dan juga mempermalukan DIA.

Tentang bahasa Roh..
Bahasa Roh adalah karunia untuk berkomunikasi dengan Allah
I KOr 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa Roh,tidak berkata-kata dengan manusia,tetapi kepada Allah.Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya;oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Sebagai jemaat dan pekerja kudus *Jangan sekali-kali* kita menghakimi/mempersalahkan Roh Kudus(dosanya tak terampuni!)…konteknya….ketika kita mendengar orang berdoa dengan bahasa yang tidak kita kenal(yang berlangsung sopan dan teratur) lalu kita katakan bahwa dia bukan berbahasa Roh.Itu sama dengan menghujat Roh Kudus.

I Kor 14:39 Karena itu,saudara-saudaraku,usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh
ayat 40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur…..(makanya pada saat bel dibunyikan untuk mengakhiri doa,semua bisa stop berbahasa roh…ini bedanya dengan kerasukkan)

Kotbah dalam bahasa roh….BISA!
Ada kesaksian,dalam sebuah kebaktian bersama,tiba-tiba di mimbar ada yang berbicara dalam bahasa roh.Dalam hatinya(yang bersaksi) ia bersuara:”Rasanya beliau bicara mengenai hal “…”
Ketika diminta seseorang dari jemaat yang bisa menafsirkan,dia ragu-ragu untuk maju kedepan(dia bersyukur karena dapat mencocokan pengertian yang dia terima dari Roh Kudus).Kemudian ada yang bersedia maju kedepan dan memberi tafsiran…Hoala!! ternyata *Persis sama* yang ada dalam hatinya.Roh Kudus bekerja dan ADA!!

I Kor 14:27 Jika ada yang berkata-kata dalam bahasa roh,biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang,seorang demi seorang,dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya

Imanuel