Siapa yang tidak sayang pada anaknya? buah dari cinta kasihnya,permata hatinya,aset Allah yang dititipkan kepada kita? bahkan hewanpun berani mati melawan ketika anaknya diganggu. Rasa sayang pada anak bukan berarti selalu membenarkan apapun yang mereka lakukan.Sebagai orang tua yang dipercaya Tuhan untuk dititipi “aset”nya,Tuhan juga memberi bimbingan cara memelihara “aset”NYA melalui firmanNYA….
Ulangan 6:1 “Inilah perintah,yakni ketetapan dan peraturan,yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN,Allahmu,untuk dilakukan di negeri,kemana kamu pergi untuk mendudukinya,
2. supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN,Allahmu,dan berpegang pada segala ketetapan dan perintahNYA yang kusampaikan kepadamu,dan supaya lanjut umurmu
4. Dengarlah,hai orang Israel:TUHAN itu ALLAH kita,TUHAN itu esa!
6. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
7. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu,apabila engkau sedang dalam perjalanan,apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun…(mohon maaf pada anak-anak kalau kami jadi agak “cerewet” :p)

Hukum Tuhan itu KASIH adanya,tapi juga tegas,jangan sampai dengan dasar hukum kasih Tuhan lalu kita menjadi lengah dan “nego” dengan perintah dan laranganNYA,seperti yang terjadi pada imam Eli,karena lebih menyayangi anak-anaknya dan tidak mendidik anaknya dengan benar.Ia dan keturunannya di kutuk Tuhan dengan tidak adanya keturunannya yang panjang umur(jadi kakek).Seperti yang tertulis
I Samuel 2:29 Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihanKu dan korban sajianKu,yang telah Kuperintahkan,dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari padaKu,sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umatKu Israel…..(Pdt Dede:”jangan “menyandera” hak Tuhan”…berikanlah perpuluhanmu kerumah Tuhan!)
30. Sebab itu,demikianlah firman Tuhan,Allah Israel-sesungguhnya Aku telah berjanji:Keluargamu dan kaummu akan hidup dihadapkanKu selamanya,tetapi sekarang-demikianlah firman TUHAN :Jauhlah hal itu daripadaKU!Sebab siapa menghormati Aku,akan Kuhormati,tetapi siapa yang menghina Aku,akan dipandang rendah.
31. Sesungguhnya akan datang waktunya bahwa aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu,sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu.

Juga jangan sampai terjadi seperti 42 orang anak-anak di Betel yang dicabik-cabik beruang karena kutuk nabi Elisa demi nama Tuhan sebab mereka telah mengolok-olok nabi Elisa….
Bukannya nabi Elisa tidak ada kasih terhadap anak-anak tersebut,pdt Barnabas bilang,kalau anak-anak bisa membentuk kelompok sampai 42 orang bersama-sama mengolok-ngolok Nabi Elisa,berarti bukan anak-anak lagi,melainkan remaja tanggung yang sudah bisa bertanggungjawab terhadap perbuatannya.
Di Betel pada saat itu adalah pusat penyembahan berhala(lembu emas),anak-anak tersebut tidak mendapat teladan dan didikan dari keluarga dan lingkungan tentang “Takut akan TUHAN”.(karena mereka menyembah berhala,mereka tidak menghormati Tuhan apalagi nabi…..Pdt Barnabas)

Mari kita didik anak-anak kita takut akan Tuhan,berusaha semaksimal mungkin menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA….karena takut akan TUHAN adalah
*Permulaan hikmat (Amsal 9;10)
*Sumber kehidupan (Amsal 14;27)
*Ada ketentraman dan perlindungan (Amsal 14:26)
Apalagi yang kita cari?

Mudah-mudahan anak-anakku dan “anak-anakku” mengerti kalau kami para orang tua agak dan sering cerewet dalam masalah yang satu ini.Semua demi kebaikkan kalian dimasa depan,jaminan keselamatan dialam kekal nanti.
Terima kasih….salam sayang…… :p

Terimakasih juga kepada pdt Barnabas dan pdt Dede atas penyampaian firmanNYA yang hidup dengan baik kepada kami para jemaatNYA.
Tuhan beserta kita sekalian.