Suatu hari disebuah pesta syukuran,dengan piring dan sendok kosong aku menghampiri sepiring lauk,terlihat seperti sapi lada hitam(lauk daging kehitaman tanpa sayur)…Tiba-tiba si tuan rumah muncul disamping:”Enak ci,khusus dari banjarbaru..rw”
Aku:” HAH??!!!”…..Batal deh…untung belum diambil.Aku memang agak cerewet dengan lauk yang aneh dan langka…wong,belut aja aku nggak pernah mau…apalagi buaya dan ular…rw/dog…amitamit deh….nggak tega hati.^_^
Ada satu yang aneh bagi orang lain tapi aku bisa makan(karena favorit Gunawan aku sering masak,dan merasa rugi kalo masak tanpa memakannya hahhahahaa..yaitu wanyi alias anak lebah yang masih muda,yang masih putih belum berlilin banyak).
Mungkin sama rasanya seperti orang papua makan ulat sagu….hihihihi yummy…manis dan legit.

Balik ke rw….kata orang-orang(entah benar entah salah aku nggak pasti),cara bunuh rw yang bikin dagingnya enak adalah tidak dengan sembelih/mengucurkan darah.
Dengan issue tersebut bersyukur lagi aku nggak bisa makan rw dan tak akan pernah!,karena itu melanggar larangan TUHAN.
Seperti tertulis di Alkitab
Kejadian 9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya,yakni darahnya,janganlah kamu makan.
Ulangan 12:23 ……,sebab darah ialah nyawa………
ayat 25 Janganlah engkau memakannya,supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian,…….
Kisah rasul 15:29 Kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala,dari darah,dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini,kamu berbuat baik.Sekianlah,selamat”.

“Waduh ie…sampai kaya itu kah?” tanya seorang anak.
Dijawab oleh si iie:” ya am “…”demikianlah tertulis di kitab suci kita,yang kita iman i sebagai firmanNYA”
Terima kasih kepada pdt Barnabas yang telah mengupas dan menegaskan kembali malam ini,kenapa kita tidak boleh makan darah dan daging binatang yang matinya tidak dengan disembelih(mati lemas/dicekik/tidak mengucurkan darahnya kebumi)

Mudah-mudahan bermanfaat,segala kemuliaan hanya bagi DIA.