Manohara LEGA,BAHAGIA…pulang kembali kepangkuan keluarga di Indonesia,walau dengan cara yang HEBOH,menekan emergency alarm di lift dan menangis nangis tidak mau beranjak dari lift tersebut,untunglah sang mama dan staf kedutaan AS (yang menurut mamanya hanya butuh 3 menit ditelpon,langsung datang)dan “TEGAS”nya hukum Singapore (yang langka di Indonesia)dapat melepaskan Manohara dari “cengkraman” suaminya…maka pulanglah Manohara kembali ke Indonesia (yang tidak begitu membelanya),dengan seadanya…jar urang banjar tu..besangu baju selambar di awak ja….^_^

Manohara bersaksi,bahwa dia memang benar mengalami sexual,physic and mental harshment.
KASIHAN Manohara.

Belajar dari kasus Manohara,satu lagi bukti dan fakta…kekayaan materi dan jabatan serta kekuasaan bukanlah jaminan mutlak kebahagiaan (padahal, bahagia lahir dan batin adalah “sorga” dunia kita,yang menjadi tujuan setiap insan manusia)
Walaupun kita tidak mungkin menafikan….materi/uang adalah ALAT untuk mencapai kebahagiaan.Hanya ALAT !!

Kelimpahan materi tanpa dibarengi kematangan karakter akan menjadi malapetaka bagi yang menerimanya.
Banyak contoh yang bisa kita lihat dari sekitar kita….
Begitu sukses….seorang laki-laki menambah “koleksi” istri (seperti “prestasi” aja ^_^)
Seorang istri baik-baik bergaya “modern”…keliaran dari 1 cafe ke cafe lain,dari 1 butik ke butik lain….mengisap “menthol /mild” di bibirnya yang di sexy sexy i dengan merah menyala…..
SALAH?…tidak !! itu adalah hak mereka !! tapi fakta membuktikan juga…berapa banyak anak-anak “hasil” dari mereka yang menjadi “GARBAGE” masyarakat.
Beranikah kita “angkat kepala” kala kita dituntutNYA akan tanggung jawab kita atas “titipan” NYA kepada kita?

Hiduplah yang benar sesuai dengan kehendakNYA yang telah dituangkanNYA dalam kitab-kitabNYA yang kita iman i.
Mulailah dengan lingkungan keluarga kecil kita sendiri.
Niscaya DAMAI SEJAHTERA akan selalu beserta kita.