“Semoga langgeng sampai ke altar” adalah doa yang terbaik bagi pasangan yang lagi (mangap—mangap) tenggelam dalam dunia asmara (yang hanya milik mereka berdua),membina cinta kasih,menjajagi perasaan masing-masing  untuk menapak kejenjang yang berikutnya…pernikahan!!

Sebelum sampai ke altar,hendaklah kalian tetap memegang etika berpacaran yang baik,tetap berada dalam norma-norma agama,sebab tak ada yang pasti sebelum kalian di ikat oleh tanganNYA.( jangan ikut “virus” seleb,yang kelahi dikit langsung mem vonis tidak ada kecocokan lagi antara kami, lalu berucap dengan PDnya…sudah  kehendakNYA kami berpisah….ingat! TUHAN membenci perceraian.

“Buka mata lebar-lebar pada saat melakukan penjajagan(pacaran),sebaliknya meremkan mata terhadap (kekurangan) pasangan hidup kita pada saat sudah berada dalam bahtera perkawinan,merupakan salah satu nasehat bijak dari para hamba Tuhan pada saat pemberkatan pernikahan.

 

Berkaitan dengan diatas ,Derek Tidball mengatakan ,

Pernikahan adalah rancangan Allah bagi anak-anakNYA,agar tidak kesepian,agar saling melengkapi,saling berbagi dan  penyatuan seumur hidup yang hanya bisa dipisahkan oleh maut(matius 19:1-9)

Agar tujuan tersebut tercapai,kita harus merasa nyaman dengan pasangan hidup kita,untuk itu dibutuhkan KESERASIAN.


Keserasian bukan berarti harus sependapat dalam segala hal,keserasian diperlukan  untuk dapat saling  menyemangati pasangan kita  agar masing-masing pribadi bisa dan dapat berkembang  menuju pribadi-pribadi yang lebih baik.

 

Setidaknya ada 4 segi keserasian yang disebut Derek tidball dalam bukunya :Mengalami pimpinan Allah…dalam sub “Memilih pasangan….”.

 

  1. Serasi dalam segi
    kepribadian /personal….Apakah pasangan mudah membicarakan dan melakukan banyak hal bersama-sama? Bisa menikmati banyak hal bersama-sama? Cukup punya persamaan pendapat agar rumah tangga yang akan mereka bina bukan menjadi “medan perang” nantinya.
  2. Keserasian dalam
    bidang sosial…bagaimana pasangan memandang hiburan,membesarkan anak,komunikasi,menangani keuangan,berelasi dengan keluarga besar masing-masing pihak,bagaimana mengisi liburan ….yang sampai tingkat tertentu banyak dipengruhi oleh latar belakang sosial kita.
  3. Keserasian dalam
    fisik….Alkitab mengajarkan..orang hanya boleh melakukan hubungan seksual didalam pernikahan (I Tesalonika 4:3-8,Ibrani 13:4).Tetapi masalah keserasian  fisik tidak boleh dianggap remeh,apakah antara pasangan memiliki saling ketertarikan dan menggairahkan secara fisik?karena hal tersebut merupakan aspek yang penting dalam relasi pernikahan (dan ini hendaknya terus dijaga dan di bina sampai kapanpun, sampai berpisah oleh maut).
  4. Terakhir (dan yang paling penting bagi ku…:-)…
    Keserasian spiritual….Pada tahap tertentu kehidupan ,kita akan menemukan dimana materi bukan satu-satunya yang membuat kita bahagia,Kenyamanan ,ketenangan rohani ,sejahtera didalamNYA..itu membuat kita lebih ingin mengenal DIA ,sebagai sembah syukur kita akan berkatNYA selama ini.Memang semua agama pada dasarnya berujung pada Tuhan Sang Pencipta,Tapi ,kalau kita berbeda “jalan” dengan pasangan kita,ada satu segi penting tidak dapat kita bagi.Itulah sebabnya di  
    I Korintus 7:39 dan 2 Korintus 6:14-16 Rasul Paulus jelas menyatakan menikahlah dengan sesama saudara seiman.

 

Dariku….

Semua kebenaran diatas kudapat setelah dan selama perjalanan 27 tahun perkawinan kami……

Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kalian pasangan muda dan yang akan memulai hidup baru.Tuhan berkati.


sannigunawan.blogspot.com