Berita terhangat akhir-akhir ini..MANOHARA ODELIA PINOT,si model Indonesia blasteran Bugis Perancis,cantik,muda,yang dinikahi pangeran Kelatan dalam usia 16 tahun.Bukannya memperoleh kebahagiaan(padahal materi berlimpah ruah ..juga kekuasaan) malah menimbulkan kecemasan bagi sang bunda…cemas anaknya akan meninggal karena terlambat diselamatkan dari siksaan sang suami.
masih menurut bundanya Manohara, sipangeran ini selama pacaran(2 tahun) halus prilakunya,ber iman,sopan santun dalam berkata-kata.Siapa sangka?
Si bunda juga meminta maaf pada Manohara..bahwa beliau salah menghitung dan mengira sipangeran adalah yang terbaik bagi anaknya.Ternyata ujung-ujungnya(menurut berita-berita infotaiment) pangeran merasa telah “membeli” Manohara untuk dijadikan properti nya.waduhhh…..hati bunda mana yang tidak sakit menerima kenyataan demikian?

Aku mencoba mengambil hikmah dari peristiwa ini….
Waktu 2 tahun pacaran bukanlah waktu yang gampang untuk si pangeran berpura-pura(tidak salah sang bunda merasa okay dengan karakter si pangeran)
Berlimpah materi dan kekuasaan adalah bonus duniawi bagi orang tua yang mendapat menantu sedemikian…setuju?

Tetapi hal kecil menurutku yang “salah” dilakukan si bunda….yang berakibat fatal..
Berdasarkan pengakuan beliau,perkawinan Manohara terjadi karena “merasa sungkan/tidak enak hati kala sang raja Kelatan langsung menggelar pernikahan pada saat beliau(bunda Manohara) dan keluarga mengadakan kunjungan perkenalan ke Kelantan,padahal Manohara masih dibawah umur untuk menikah dan ini dibuktikan dengan tidak adanya KTP Manohara(pada waktu menikah).
Beliau takut/sungkan pada manusia (raja) bukan pada hukum negara dan hukum Tuhan(meninggikan/memberhalakan materi dan kekuasaan).

“Orang tua sudah seharusnya menjaga anaknya, kalau di bawah umur jangan dinikahkan, apalagi mereka kan bukan dari desa, tapi orang terpelajar,” kata Meutia (menteri pemberdayaan Perempuan)menjawab wartawan di Jakarta, Jumat (24/4).–Kapanlagi.com

Kasus ini menjadi bukti lagi bahwa materi dan kekuasaan bukan hal yang utama.
Materi dan kekuasaan bukan mutlak bearti berkat dari TUHAN yang berlimpah kepada yang menerimanya,karena iblis pernah menawarkan”semua”nya pada Yesus/sebagai manusia,pada saat Yesus di cobainya..seperti yang tertulis di
Lukas 4;6 Kata Iblis kepadaNYA;”Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepadaMU,sebab semuanya itu talah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
ayat 7 Jadi jikalau engkau menyembah aku(iblis)seluruhnya itu akan menjadi milikMU”

Teruslah berusaha hidup yang benar,hidup sesuai jalan dan perintahNYA,niscaya materi dan kekuasaan yang benar-benar berasal dariNYA akan dicurahkan kepadamu dan menjadi berkat juga bagi lingkungan sekitarmu.Engkau pasti selalu berkecukupan.Ini janjiNYA
Bagaimana?