………..Berpisah dengan yg dicintai adalah sebuah penderitaan. ……. Bila masa itu tiba.. sudah cukup kah perbuatan baik yg kita lakukan selama hidup?? ……….
demikian sepenggal notes FB dari Triana,berkesinambungan dengan topik kebaktian syukuran dirumah saudara seiman Suij Hoo dan Ucin minggu kemarin,Pdt dede membuka cakrawala baru bagiku tentang “dunia sana” berdasaran firman-firmanNYA.
Mengapa topik syukuran berkaitan dengan kematian? sebab mereka baru saja “ditinggal pergi” cucu dan anak lelaki satu-satunya.Mudah-mudahan firman-firmanNYA yang disampaikan kemarin membuat mereka dikuatkan….semoga.

Dunia orang mati adalah misteri Tuhan yang abadi,ketika kita meninggal,roh kita kembali kepadaNYA,yang sisa hanya raga kosong.Entah kita dikuburkan ataupun di kremasi…debu kembali menjadi debu,kembali ke tanah.PPssstt ada pesan dari pendeta…Jangan sampai debu kremasi kita disimpan(menyalahi kodrat alamiah),harus ditebar kembali kebumi.
Orang mengatakan bahwa kremasi lebih kejam daripada kubur,padahal kalo peti mati kita ditarohi CCTV dan kita pantau,kita akan lebih miris lagi melihat bagaimana raga tsb digerogoti belatung perlahan-lahan sampai menjadi tulang dan yang pasti butuh waktu lama(serakus apapun belatung tsb =_=) untuk memenuhi hukum alam debu menjadi debu kembali.

Ada firman-firmanNYA yang bagus yang diungkapkan Pdt Dede pada waktu itu
Pengkotbah 9:5 Karena orang2 yang hidup tahu bahwa mereka akan mati,tetapi orang yang mati tak tahu apa2……………….(Kita antre menuju kesana,dan pasti dapat giliran….)

Dunia orang mati tidak kawin dan di kawinkan (baca Lukas 20;27 -35),sebab pada saat kebangkitan,kita semua bangkit sebagai anak Allah dan sesama saudara seiman(ayat 36).
Ibarat dunia perwayangan,jalan hidup dan peranan kita didunia tergantung dari dalang(Tuhan) pada saat pementasan(dunia).Pada saat selesai pentas(meninggal),wayang adalah hanya seonggok kulit sapi yang dibentuk,diukir,digambar,hanya seonggok barang,tidak lebih tidak kurang.
So..selama kita masih hidup,jalankan “peran” yang telah diberiNYA dengan sebaik2nya dan secara bertanggung jawab karena semua itu akan diperhitungkan pada waktu penghakiman.

Ayub 7;9 ………demikian juga orang yang turun kedalam dunia orang mati ,tidak akan muncul kembali.
ayat 10 ia tidak akan kembali kerumahnya,dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.

Kebanyakkan… kuburan/kematian dan segala prosesinya dikaitkan dengan ukuran bakti kita kepada orang tua dan leluhur.
Hukum ke 4 dari 10 perintah Allah ; Hormatilah ayahmu dan ibumu,supaya lanjut umurmu ditanah yang diberikan TUHAN,Allahmu,kepadamu.
Hormatilah (bukan juga berarti selalu membenarkan =_=) mereka selama mereka dan kita sama-sama masih hidup,selama kita masih mempunyai “peran” yang harus kita mainkan,karena kalau salah satunya meninggal,maka tiada lagi peran/bagian yang bisa diambilnya,seperti yang tertulis di
Pengkotbah 9;5……..tetapi orang yang mati tak tahu apa2,tak ada upah lagi bagi mereka,bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
ayat 6 Baik kasih mereka,maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi dibawah matahari.

Tulisan ini dibuat sesuai dengan kapasitas ku sebagai jemaat GYS,mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Semua bagi kemuliaan namaNYA.

ps..
setelah mengalami 2x ditinggal “pulang” orang-orang terkasih,perlahan namun pasti menambah keyakinanku…DIA memberikan yang terbaik bagi kita semua.