Baru pulang dari PA nich..salah seorang peserta menanyakan tentang “minyak urapan” yang di percaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit,bahkan menjadi sumber dana dan “sumber kekuatan” bagi yang memproduksinya.
Oleh pdt Dede di jelaskan,alkitab mengakui adanya minyak urapan seperti yang tertulis pada
Keluaran 30 ; 25 Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus,suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah ;itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.

Minyak urapan tidak boleh diberikan kepada orang biasa
Keluaran 30 ; 32 Kepada badan orang biasa janganlah minyak itu dicurahkan,dan janganlah kau buat minyak semacam itu dengan memakai campuran itu juga;itulah minyak yang kudus,dan haruslah itu kudus bagimu.( Do not pour it on men’s bodies and do not make any oil with the same formula.It is sacred,and you are to consider it sacred)

Ayat 33 Orang yang mencampur rempah-rempah menjadi minyak yang semacam itu atau yang membubuhnya pada badan orang awam,haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.” ( Whoever make perfume like it and whoever puts it on anyone other than a priest must be cut off from his people)

Ngeri nggak tuh? hukuman bagi yang membuat apalagi yang “membisniskan” minyak urapan? Ini bukan kata saya atau pendeta….ini adalah firmanNYA.

Minyak (zaitun asli) bisa dipakai sebagai media menyembuhkan orang sakit,tapi tidak harus dan hanya boleh dilakukan oleh para penatua gereja dalam nama TUHAN.
Yakobus 5 ; 14 Kalau ada seorang diantara kamu yang sakit,baiklah ia memanggil para penatua jemaat(the elders of the church),supaya ia mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

Yakobus 5 ; 15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia;…..
; 16 ………………..Doa orang yang benar,bila dengan yakin didoakan,sangat besar kuasanya.

Kesaksian…..
Ingat kasus si tante di Kapuas yang curhat mau batal menghibahkan tanahnya dan minta pendeta mendoakan lagi (khusus) buat kasus dia?
Sabtu tgl 7 tadi kami kembali berkunjung ke Kapuas dan bertemu si tante….dia bilang,begitu pendeta doakan,berapa hari kemudian si “A” (nama pendetanya) datang kerumah saya untuk kembali bernegosisasi,menjalin hubungan lagi….saya bilang padanya…sudah kasep ,hati saya terlanjur dongkol,8 bulan saya tunggu baik-baik,malah mau melakuan sesuatu yang mengakali saya….habis tu pang saya marah-marah i dia…ujarnya lagi.

Percaya pada kekuatan doa?
Mudah-mudahan berguna membangun iman kita pada jalan kebenaranNYA.
Haleluya.