Ada pepatah : “Anak orang kaya jarang yang berhasil/sukses” .(Jarang bukan berarti semua lho….)
Kejam memang…..tapi banyak fakta dan bukti yang bisa kita lihat bukan? SALUT!! buat orang tua yang “berpunya” yang bisa membuat anak-anaknya sukses ditengah begelimangnya harta.Mengantar anak kita bisa mandiri,tidak cuma “menanai tangan”(menadah tangan) kepada orang tua adalah tugas dan tanggungjawab yang tidak gampang bukan?
Orang tua yang sukses mendidik anaknya adalah orang tua yang ketika dia “berpulang” ,anak-anaknya tidak menjadi “gelalapan” mencari pegangan.
Bagus lagi kalau ketika masih hidup,diujung usia nya sempat menikmati “masa-masa pensiun” yang manis,santai dan melegakan.(mudah-mudahan…Amin)

Parahnya,ada juga fakta…Sudah orang tuanya miskin,anaknya tidak tau diri…menyia-nyiakan bantuan orang,si orang tua juga tidak mensupport dan mendidik si anak agar mempunyai karakter yang “lazim dan normal” (kalau pun tidak “yang terpecaya”) untuk “bekal” si anak dimasa depan.
Selalu “melegalkan” tindakan si anak yang mangkir/mengelak dari tanggungjawab bahkan berani mengkambinghitamkan orang yang memberi bantuan….welehhh…welehhhh…..amit-amit deh ketemu orang yang kaya gini…
Orang tua yang begini = mengantar anaknya ke bibir jurang kehancuran dan membuat “jerat leher”nya sendiri dimasa depan.

Tulisan ini bukan bermaksud menghakimi atau sok tau atau bahkan membanggakan diri .
Sebagai individu,makhluk berakal budi ciptaanNYA,boleh dong aku berbagi bedasarkan “gigabytes/kapasitas” yang telah di “enter” DIA di otakku.
Menurutku,karakter yang kuat(positif) adalah modal utama dalam menjalani kehidupan di dunia ini dan mencari “bekal” untuk kehidupan kekal kelak.
Seperti kata bijak : ” Nasib suatu bangsa terletak ditangan para ibu-ibu bangsa tersebut” dan juga pepatah : ” Sorga ditelapak kaki ibu
Fakta yang harus kita terima…….Jika ada sesuatu yang salah dengan anak-anak kita,maka yang lebih dulu harus instropeksi diri adalah kita , para ibu.
Sebaliknya .. kalau anak kita sukses….. bapaknya lah yang menerima pujian, berhasil mendidik sang anak,bapaknya yang paling bangga…..unfair ya? but it was written in the bibble…..

Amsal
10:1 Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya
15:20 Anak yang bijak menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bebal menghina ibunya
17:25 Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya.

Berat memang tugas dan tanggungjawab para ibu…..tapi kala melihat “buah hati” nya sukses,mandiri dan bahagia…itulah “sorga dunia” kita.
Hormati bapa,sayangi ibu………gimana?