Suatu hari aku harus mengganti tali celana ¾ ku dari tali biasa ke rubber waist band/rwb.

Seperti yang biasanya dilakukan banyak orang,rwbnya di kait dengan safety pin (peniti/cucuk baju in banjarnese) kemudian safety pin nya dii arahkan dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya sepanjang alur yang sudah tersedia.Mestinya semua itu adalah pekerjaan sepele yang hanya akan memakan waktu paling lama 3 menit (karena lingkar pinggangku masih dalam ukuran normal …PD nih ceritenya :P)

Namun apa yang terjadi?

Sejengkal sebelum finish,safety pinnya ngambek,aku raba-raba…kayanya safety pinnya terbuka , ujung yang tajamnya tidak terletak pada tempatnya,jadi menghalangi jalan karena menusuk ke kain,dengan memakai perasaan (karena mataku tidak bisa menembus kain kaya superman untuk melihat kondisi di baliknya) aku membetulkan letak ujung tajam safety pin.

Perjalanan rubber waist band diteruskan dengan tersendat-sendat,padahal hanya tinggal kurang dari sejengkal, 5 menit lewat,pekerjaan yang se upil ini belum juga selesai.Panasnya lantai 3 mulai mengganggu,mata jelalatan mencari remote AC….”tet” AC pun ON….bsszzzzz angin sejuk berhembus,tapi tetap saja kekesalan hati tidak terhapuskan.

8 cm sebelum ujung dimana safety pin seharusnya muncul membawa rubber waist band untuk di simpulkan dan memberi kenyamanan pada saat celana ¾ ku dipakai,STUCK,benar-benar stuck….ujung safety pin (teraba) tidak bisa di betulkan lagi,terasa lebih pendek dari seharusnya (aneh…!!),membingungkan….sampai aku harus membuat lubang/melepas jahitan dibawah alur agar bisa mengeluarkan safety pin dan mengetahui apa yang menjadi sebab safety pin nya stuck.

Dan saudara saudari yang terkasih…aku speechless..hanya bisa segera ambil HP dan memfoto kondisi safety pin yang menyebabkan stuck……..(dibanding dengan kondisi safety pin yang normal).

Dan entah dari mana,muncul di kepalaku ilustrasi seperti ini…….

Safety pin diibaratkan kita,manusia ,ciptaanNYA …dengan beban tanggungjawab dan wewenang yang di ibaratkan rubber waist band (yang selalu melekat pada diri kita selama kita hidup) .

Kita sebagai orang Kristen telah diarahkan dan diberi Tuhan panduan untuk bisa menikmati hidup di dunia ini melalui firman-firmanNYA di Alkitab, agar kita memperoleh keselamatan kekal kelak,(seperti aku saat mengarahkan safety pin dari ujung pangkal ke ujung yang satunya sesuai dengan alur tali yang tersedia).Kalau karakter kita tidak “berfondasi” kokoh dan kuat dalam bentukanNYA,bisa saja apa yang terjadi pada safety pin terjadi pada diri kita,kita hancur,berubah bentuk sebelum mencapai garis akhir yang menjadi batu sandungan untuk mendapatkan keselamatan kekal yang dijanjikanNYA.

Karakter yang kuat memang di perlukan dalam kehidupan ini.Bagaimana? feedback nya diharapkan……thank u …

Tuhan berkati.