Pada kebaktian syukur di rumah sdr David & Helen,ada kata-kata pendeta Dede yang “melekat” dihatiku :“Semua yang terjadi atas diri kita pasti sudah seijinNYA dan pasti ada hikmah dibalik itu”.

Yang jadi masalah,kalau kejadian yang menimpa kita itu “pahit” menurut ukuran kita,lalu kita bertanya-tanya…kok TUHAN tega-teganya memberi pencobaan kepada kita,padahal kita sudah berniat baik,padahal kita…bla..bla..bla…..(

semua yang baik-baik menurut kita).

Kalaupun kita merasa …semua orang “salah” menurut ukuran kita,ingatlah ilustrasi tentang rumah seribu cermin,ketika seekor anjing pemarah masuk kerumah tersebut, dia mendapati semua anjing yang ada disana pemarah seperti dirinya,dia merasa sia-sia datang kerumah itu,berbeda ketika seekor anjing yang kesepian memasuki rumah tersebut..dia melihat banyak teman yang seperti dirinya ,yang senang melihat banyak teman…ekspresi kegembiraannya memantul dari cermin-cermin tersebut dan membuat dia bahagia.Diapun berjanji akan kembali lagi kerumah yang sama yang di hindari oleh anjing pemarah.

Jadi kalau kita merasa semua yang disekitar kita “salah dan menyakitkan”,mari kita merenung diri,merefleksikan diri kita dalam keheningan ,berusaha mendengar kataNYA.
Anggap saja yang pahit-pahit yang kita alami adalah obat untuk iman kita agar kita dapat tumbuh didalam iman yang sehat.
Seperti ketika kita masuk kerumah seribu cermin,lingkungan dan orang-orang disekitar kita “memantulkan” apa yang kita punya,apa yang kita simpan dihati kita.

Refleksi diri:
Oktober 2005…Pada saat “roda kehidupan ” Indra berada di posisi bawah,ada “bimbingan” tanganNYA, aku menemukan “gift” untuk Indra, sebuah walltiles…disana tertulis:

DON’T QUIT
When things go wrong as they sometimes will,
When the road you’re trudging seems all uphill,
When the funds are low,and the debts are high,
And you want smile,but you have to sigh,
When care is pressing you down a bit—–
Rest if you must,
but don’t you quit !!!
Jadi …sekarang..kalo cuma menghadapi customer yang “rada-rada” ….Itu ..kecilllll ..ya In?
kalo cuma 10 jam naik bus ke Balikpapan + 2 jam ke Samarinda…..kecillll.

Demikian juga dengan Dian….10 Februari 2006,pada saat sedang bingung….

I’m really sorry mom…and dad…for every worry and all..
Tell me mom…dad…what should I do now?….

Saat berhadapan dengan masalah sedemikian, terbukti hubungan batin kami nyambung dengan kekuatan yang “super”……benar Ki?

Apapun pengalaman yang “pahit” yang kami alami,TIADA SESAL DIHATI KAMI….semua terjadi atas ijin KAU dan terima kasih TUHAN atas semuanya,kalau tidak,kami tidak seperti sekarang.
Terima kasih juga atas “dua permata” kami yang telah KAU “asah”.
TERIMA KASIH TUHAN…..