Baru aku mem posting "Saat-saat sesak".....aku terima forward artikel ini dari Gun...
Amazing hah? (...terpana...)
Bisa dapat "conection" nya?....mudah-mudahan... ^_^



Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi
keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman.
Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan
waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam
mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak
perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama
di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .

*"Mau kemana kita, papa?" * *

*"Ke rumah paman, di Jerman." *

*"Papa pernah kesana ?"

*"Belum." *

*"Papa tahu jalan ke sana ?" *

*"Mungkin, kita dapat lihat peta." * *[Diam sejenak]

"Papa tahu cara membaca peta?" *

*"Ya, kita akan sampai dengan aman.."*

*[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?" *

*"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan." *

*"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"*

*"Ya, ada." *

*"Papa tahu ada dimana?" *

*"Tidak,tapi kita akan menemukannya. "*

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga
pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr.
Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin,
ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke
sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak
perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanya annya lagi.

*"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"*

*"Jerman, rumah paman." *

*"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?" *

*"Tidak" *

*"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?" *

*"
Karena papa sedang mengemudi." * * *


Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi
kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia
mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya
bersama Tuhan. Ya, *
BAPA kita sedang mengemudi*. Kita mungkin tahu tujuan

kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke 'Jerman' tanpa mengerti di
mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana , kita tidak dapat
membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan
sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- *Papa
sedang mengemudi* -- dan dia aman.

Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau
Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon
anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?

Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi
kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah
'*Papa sedang mengemudi*'.
Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA
untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.

* * * * *Mazmur 23:2-3* *Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku
di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. *