Andrie Wongso :

“Apabila anda lunak kepada diri anda,maka kehidupan akan keras terhadap anda.Sebaliknya,apabila anda keras terhadap diri anda,maka kehidupan akan lunak bagi anda”

Kata-kata bijak diatas bukan sekedar isapan jempol biasa,dari dulu dari awal kehidupan perkawinanku dengan Gun,kami biasa “ditempa”,terutama aku.
Dari seorang remaja yang taunya cuma sekolah dan olah raga,menjadi seorang istri dan setahun kemudian menjadi seorang ibu dari seorang bayi yang lahir prematur(yang selalu jadi langganan dokter anak ke dokter anak lainnya)…….Untungnya Gun selalu berada disamping(salah satu “plus point” punya hubby yang dah “matang dipohon alias mature” hehehe)

Balik ke topik….
Dalam mengantar anak-anak menuju kedewasaan,dibenakku dah tertanam,entah darimana asalnya…mungkin dari pengamatan dan pengalaman orang-orang disekitarku yang ter”enter” di otakku…..bahwa **Sedikit sekali anak orang kaya yang bisa sukses**.
Salah satu teman Gun malah mengakui,dulu orangtuanya sanggup menyekolahkan dia ke luar negeri,sekarang dia sendiri tidak mampu mengirim anaknya seperti yang orangtuanya perbuat bagi dia,padahal dia hanya menerima dan menjalankan perusahaan yang didirikan oleh orangtuanya,tak terbayangkan apabila dia harus membina bisnis dari awal.Suatu pengakuan yang miris bukan?

Pergolakannya…..Haruskah kita menjadi orangtua yang susah/miskin untuk memperoleh anak yang sukses?
Faktanya……
Banyak orangtua yang miskin yang juga tidak menghasilkan anak-anak yang sukses. Nah loe…….

Sebagai seorang ibu yang dulunya pernah di “banned” untuk menimba ilmu keluar Banjarmasin,aku hanya bercita-cita,setamat SMA nanti,anak-anakku maunya mendapat fasilitas untuk dikirim ke luar negeri dalam rangka pertukaran pelajar,walaupun akan membuang waktu 1 tahun(itu yang aku tau dari pengalaman SMA ku menerima pelajar dari LN),paling tidak sebagai orangtua aku bisa memberi “rasa luar negeri” bagi anak-anakku.
Pada saat Indra sudah berganti seragam dari merah ke biru(SMP)…aku sudah mulai “ujuk-ujuk” Gunawan untuk mencari info mengenai siapa yang mempunyai wewenang untuk itu……..(karena aku sendiri kurang PD untuk berurusan dan “penyakit” itu tetap “still” sampai sekarang hihihihi…,untungnya Indra dan Dian tulen!! ke warisan gen sang babe…… ^_^)
Ternyata Tuhan Maha Pemberi,entah darimana asal dan sumbernya….Indra dan Dian,setamat SMP dapat meneruskan skul nya ke Oz dan menetap disana sampai 8 tahunan + rumah(sebagai bonusNYA).

Bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuat dan menanggung resiko atas perbuatannya sudah aku tanamkan dari kecil.
Contoh kasus,
Dian (awal kelas 1 SD) ,dapat hukuman dari guru nya karena tidak mengerjakan PR,ketika diminta untuk menyampaikan pesan bahwa mami papinya dipanggil ke sekolah untuk menghadap guru.
Dia menjawab :”Bu,yang salah Kiki,hukum Kiki aja,jangan panggil mami papi”
Ibu gurunya yang bengong….!! Karena dia tau,hukuman dari maminya lebih berat,ya kada Ki?
Aku tau kasus ini dari ibu gurunya sendiri,karena selama SD,aku dan Gun selalu antar anak-anak sekolah sampai bel masuk berbunyi.

Berbohong adalah dosa(setuju?),aku juga tidak suka anak-anak berbohong.Namanya anak-anak,walau dah diperingati tetap aja ada ketahuan bohongnya.
Hukuman dari berbohong…..kunyah cabe rawit!
Efek negatifnya(pengakuan dosa sang nyak)….sampai sekarang Dian trauma makan cabe *)>,mudah-mudahan segera sembuh *wish*…enak lho……..(ingat Bu Kris dan Leko >__<)

Sekarang ,dari segala suka duka menjalani proses melimpahkan kasih sayang dan menjalankan disiplin,aku patut mengucapkan puji syukur kepada DIA,Tuhan kita yang Esa dan Maha Kuasa atas segala berkat yang dilimpahkanNYA bagi kami.
Aku sudah merasa mulai “memanen” dan mulai merakit “rocking chair”…. untuk meninabobokan junior-juniornya anak-anak….waekekekekee…..
Keep going with Him anak-anakku,DIA pasti luruskan dan mudahkan jalan bagi kalian dalam menapaki kehidupan ini.
Tetapkan berusaha dan tingkatkan kerja keras kalian,berilah posisi pemimpin bagi DIA,biarkan DIA berkarya bagi kalian.
God bless.