Akhir-akhir ini aku lagi “reading addicted”, 5 hari hubby bertugas ke Sby,aku menamatkan 2 buku setebal 465 halaman,hal mana udah berpuluh tahun tidak pernah kulakukan lagi.(yang menunjang…setiap pagi..indra dan kiki dikasih “sign” bonus….free lunch….alias lunch masing-masing..hhahahaha),dan maminya segera mencari PW reading position di our “kursi dewa”.

Buku “The memory keeper’s daughter”by Kim Edwards…..kerennn…bercerita tentang kehidupan tragis yang dialami keluarga kecil yang seharusnya layak dan pantas menerima kebahagiaan.
Kekelaman hidup mereka dimulai dari kebohongan putih yang dibuat si suami yang mengambil keputusan sendiri tanpa diketahui sang istri demi menghindari(menurut perhitungan/analisanya) masa depan yang suram(demi kebahagiaan dan kenyamanan si istri dan putrinya???) yang didasari oleh trauma masa kecilnya.

Ketika kita berusaha sendiri,maka TUHAN akan “give up”….DIA akan membiarkan kita berjalan sendiri,walaupun jalan kita itu hanya menuju lorong buntu.
Beda ,kalau kita mengundang DIA untuk berjalan didepan kita,menjadi “komandan” kita,maka DIA akan segera menanggung dan memikul beban kita,asal……. kita hidup benar dan jujur.

Jangan pernah berpikir untuk mulai menyimpan kebohongan dalam menjalani kehidupan ini,walaupun itu”kebohongan putih”
Bila anda mulai berbohong,apapun alasannya,maka hidup anda akan berjalan diatas kebohongan demi kebohongan…kebohongan yang satu dibuat untuk menutup kebohongan sebelumnya.
Kita akan berpaling dan tutup mata dari kebohongan yang dibuat oleh keluarga kita yang lain,merasa tidak layak untuk mengungkapkan kebenaran, karena kitapun berselubung kebohongan(tak ada yang bisa melawan hati nurani kita sendiri bukan? dan ..berperang dengan hati nurani sungguh akan sangat menguras energi kehidupan kita)

The memory keeper’s daughter mengungkapkan bahwa walaupun kita sukses dan baik hati,semuanya akan sia-sia(tidak dapat kita nikmati) hanya karena kebohongan ada di kita.
Sebuah buku yang layak dibaca untuk pencerahan nurani kita.