Surga dan Dunia

“Tinggalkan dunia demi kerajaan surga” demikian sepenggal kalimat dari sebuah kotbah yang sempat mampir di telinga ku.

Salahkah kalimat tersebut? Tentu tidak! Cuma….sudah ketinggalan jaman ,pasif,melesukan,tidak memotivasi “domba-domba” NYA.

Mari kita renungkan:

“Tinggalkan dunia”…. Berarti tidak mengutamakan kegiatan duniawi..betul? Menafikan berkah kehidupan yang telah diberikanNYA kepada kita.

Lalu,bagaimana kita dapat menghayati dan mengamalkan firman –firmanNYA dibawah ini?

I Timotius 6:18……berbuat baik,menjadi kaya dalam kebajikan,suka member dan membagi.

Lukas 14:13…Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan,undanglah orang-orang miskin,orang-orang cacat,lumpuh dan buta.

II Korintus 9:6…Camkanlah ini:orang yang menabur sedikit,akan menuai sedikit juga dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula.

7…Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya……………

II Korintus 8:12 Sebab jika kamu rela untuk memberi,maka pemberianmu akan diterima,kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu………

Nah,apakah gemar memberi, mengadakan perjamuan, menabur banyak dan memberi berdasarkan apa yang kita punya, dapat kita lakukan tanpa kita berusaha keras dulu mencari,mendapatkan dan mempunyainya lebih dahulu? Yang memerlukan kerja keras di dunia ini?

Apakah semuanya dapat kita peroleh hanya dengan menadahkan tangan dan berdoa? Lalu semua tersedia/jatuh di pangkuan kita?

Lukas 10:27 Jawab orang itu:”Kasihilah Tuhan,Allahmu,dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap kekuatanmu dan segenap akalbudimu,dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Bagaimana kita bisa mengasihi sesama manusia (berbuat banyak kebajikan),sebelum kita mengasihi diri kita sendiri(kebutuhan kita terpenuhi)?

Bagaimana kita bisa mengasihi diri sendiri kalau kita tidak pernah merasa bersyukur atas anugrahNYA?

Bersyukur atas berkat dan penyertaanNYA pada saat kita mengerahkan segenap kekuatan,akal budi kita untuk mencukupi kebutuhan hidup kita di dunia ini.

Pengkotbah 5:17 Lihatlah,yang kuanggap baik dan tepat ialah,kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah dibawah matahari selama hidup yang pendek,yang dikaruniakan Allah kepadanya,sebab itulah bahagiannya

Ayat 18 Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya,untuk menerima bahagiannya,dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya—juga itupun karunia Allah.


Jikalau engkau mencintai Allah, Tuhanmu, dengan sepenuh hati dan jiwa,
dan engkau adalah orang yang baik dan kasih kepada sesama,
dan selalu berusaha menjadi suri tauladan kepada setiap manusia disekitarmu (seperti yang telah ditekankan dan di tegaskan dalam ayat-ayat di atas), maka engkau akan peroleh kehidupan abadi.

Surga dunia telah kau genggam!

Jadi…tidak perlu meninggalkan dunia untuk kerajaan surga bukan?

BerkatNYA berlimpah bagi kita semua…Amin

ps…ini hanya pemahaman seorang jemaat,”seekor dombaNYA” ada masukan?