Menyenangkan punya anak perempuan,bisa di dandani (dibandingkan dengan anak laki-laki yang melulu hanya pakai singlet,tshirt dan shirt aja ),tapi begitu besar dan pintar..ee orang lain yang “memetik hasil”nya…..ITU DULUuuuuu
Sekarang?…enak aja!!!

Pengalamanku…
Ketika aku dulu dilamar Gun,dihadapan keluarga bueesaarrr ku(aku adalah anak pertama (dilahirkan dan juga dilamar :P),dengan ikatan paternal dan tradisi keluarga yang masih sangat kental) ,si “duta besar” keluarga ku berkata:”Begitu kawin,sanni harus keluar dari rumah ini,artinya masuk kerumah keluarga laki-laki”…..Sadis dan menyakitkan ya?…(but..thank’s ,hal inilah yang menjadi pemicu ku untuk bersifat dan bertindak lebih adil kepada kedua anak-anakku)
Aku merasa di “buang”…gile benarrr!!! jauh dilepas dengan perasaan duka dan sayang …eh sepertinya aku di usir… hiks.
Untung Gun dengan “cinta nya yang bulat dan putih ^_^ cieeilee…tidak menyalahgunakan “hal” tersebut,paling yang terucap pada saat dia “angkat tangan ” terhadap ku…Dasar!! keras kepala…..emang benar! karena ada tengkorak kepalanya…kalau lembek…apa kata dunia? hehehehe

Memang susah jadi wanita….
Ketika masih gadis ,kita di tuntut menjadi yang terbaik untuk mendapatkan sedikit perhatian dari orang tua kita yang paternalistik.
Menjaga harga diri dan kehormatan kita demi suami yang tidak kita ketahui kapan muncul dan kadar “kwalitas”nya.
Beda dengan anak laki-laki, yang “kayanya” dapat restu untuk “melanglang/menjelajah” dunia lajangnya(di dana i lagi..)..asal kembali kejalan benar pada saat membina keluarga.(karena ada jargon usil : lelaki yang terlalu alim pada masa lajang cenderung akan menjadi liar dan tidak terkendali pada masa tuanya…seiring dengan tingkat ketebalan kantongnya….dan anehnya…aku sendiri banyak bukti mengenai hal ini hiks😦

Setelah menikah dan mempunyai anak,ada tuntutan lain lagi bagi wanita.
Seorang istri yang baik…..
* Harus bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya bahkan bagi diri suaminya sendiri(pada saat dia/suami) merindukan belaian sang bunda.
* Harus bisa menjadi pengurus rumah tangga dan akuntan yang baik.
* Harus bisa menjadi teman dan sekretaris yang baik saat suami memerlukan untuk cur-hat.
* Bahkan harus bisa ber”genit ria”agar suami merasakan “feeling” yang berbeda…bukan hanya seorang istri dengan baju “seragam” alias dasteran…

Lalu …. untuk dirinya sendiri? setelah periode yang melelahkan menjalani status sebagai istri dan ibunya anak-anak?
Pada saat kami ingin mencurahkan keinginan /perasaan hati kami…..kadang ,kami menerima balasan…”Ahhh…kamu ini…hal kecil aja di besar-besarkan”,
“Penyakit dicari-cari”,
“Gitu aja dipermasalahkan”
“dll …..dll…..(ini bukan hanya pengalaman pribadi tapi juga menjadi topik yang dibahas dibuku dan juga di Oprah show)
Wanita bisa “ON” hanya dengan hal-hal kecil yang dilakukan suaminya kala membantu pekerjaan rumahnya.
Tapi juga bisa “OFF” berhari-hari hanya karena hal kecil,hal yang sangat sepela bagi si suami.

Wanita adalah “MISTERI”…katanya sih……”SUSAH DIMENGERTI”….(hampir frustasi…)
?????????????