Dengan semangat 45 aku berkoar-koar mau ke Candi Borobudur…maklum.."gelar"nya yang dulu agung….*salah satu keajaiban dunia*.
Tanggal 2 Mei 2008,rombongan Group 88 sebanyak 46 orang,berangkat menuju Semarang dengan KA Agro Anggrek,sewa 1 gerbong…..
Rame,seru….ada yang "jualan" donat,kerupuk,nasi campur,kacang,jeruk…tak habis-habisnya……
4 jam Surabaya – Semarang tak terasa…..

Di Semarang kami di jemput bapaknya pengantin dan pengantin sendiri dengan bus pariwisata…..
Rombongan ke Semarang memang untuk menghadiri resepsi pernikahan Steven (anak Yap Tjay Kun + Evi Halim)dan Lisa tgl 3 Mei.
Dilanjutkan mengunjungi Watu Gong dan SAm Po Kong……..
Tapi karena kami disambut oleh cuaca yang kurang bersahabat….aku sendiri tidak ikut menjelajahi di kedua tempat tersebut.

Resepsi pernikahan …rame dan sukses!….orang Banjar bikin geger ….. hyperaktif😛
Pulang resepsi ….jalan kaki …….hanya terjadi di Semarang!!!! hahahahahaha

Tgl 4 kami pulang ke Surabaya via Jogja….ke Borobudur…nginap di Solo…lalu balik ke Surabaya naik BUs booo…
Perjalanan bus dimulai….menuju Candi Borobudur.
Ketika sampai di parkir bus pelataran candi….kebingungan dah di mulai….tak ada penunjuk jalan yang jelas …arah mana yang harus kami ambil untuk menuju candi…yang ada kami di serbu oleh penjaja kacamata,kaos,topi,minuman dingin,penyewaan payung,selendang dll dll….
oleh mereka ini lah akhirnya kami diberitahu arah mana yang harus kami tempuh.
Sampai di depan loket penjualan tiket masuk….beli tiket dan masuk….bingung lagi…hampir-hampir kami keluar lagi…karena tidak ada penunjuk jalan yang jelas….kayanya memang di sengaja….kita "setengah diarahkan" ke sebelah kiri menuju kereta pengangkut yang naiknya harus beli tiket lagi tapi nggak perlu beli sesuai jumlah orang yang mau naik….padahal dari jauh petugas dengan gampangnya bisa memantau jumlah penumpang…tapi yaaahhhh…asal paham aja(seperti acara TV..hanya ada di indonesia)…asal dapat bagian setoran…cin cai bo cai laaa…..

Kereta jalan….tanpa musik,tanpa ada kata pengantar (*dinginnnn*)…melewati lapangan rumput yang membosankan….lewat kandang gajah yang tak kelihatan gajahnya…dibawah terik matahari yang membakar…..sampailah kami dipelataran candi,yang hanya di hiasi pohon-pohon perdu yang asal tumbuh….dan dikerumuni penjaja-penjaja souvenir.
Walau dah tidak semangat 45 lagi(semangat 1990 an)..tepat di usiaku 46 tahun 5 hari…aku menapaki tangga candi…menanjak terus sampai di menara-menara stupa nya…..
Ternyata…
Dalam dadaku tak ada "kebanggaan" sebagai bangsa pemilik candi…yang ada "kengiluan hati"….beginikah nasib "salah satu keajaiban dunia" di tangan bangsaku?
Tak ada "rangsangan" yang bisa di timbulkan untuk menjelajahi keliling candi(seperti kalau kita mengunjungi situs-situs sejarah yang ada di negara lain)…gersang…panas….gundul…yang nyata dan jelas…pelataran candi adalah ajang kekumuhan penjaja dan kios kaki lima(atas nama pengetasan orang miskin untuk mencari nafkah….)

Bukan hanya kami yang turis lokal…turis asing pun kayanya "lesu"…..hanya naik dan turun lagi lalu ber foto ria dengan latar belakang candi..
Mau tau?..ternyata dari pintu masuk..kalau kami kearah kanan,belok kiri ..kami dah sampai di pelataran candi yang kami capai dengan diantar kereta (dugong..)tadi…..
Dengan semangat 2008….aku tak akan mau lagi ke Borobudur … inilah pengalaman pertama dan terakhir untuk Borobudur ku….

Kasian sekali kau Borobudur ku yang dulu sangat di banggakan….(dan jadilah foto merenung di Borobudur ku…^_^)
Kini kau hanyalah "sebongkah" batu besar yang mau dikagumi…syukur….mau cuma sekedar dipandang …juga nggak papa…..

Inilah perasaan hatiku..untuk Borobudur ku….(tragis dan menyedihkan)…hatimu?