IMAN,KASIH DAN PERBUATAN

K.A.S.I.H…..Lima rangkaian huruf yang menakjuban,gampang di ucapkan ,sukar untuk di lakukan.

Matius 22:37 …..Jawab Yesus kepadanya:”Kasihilah Tuhan,Allahmu,dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38: ….Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39: ….Dan hukum yang kedua,yang sama dengan itu,ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Bagaimana cara kita mengasihi Tuhan Allah kita?
Dengan cara turut firmanNYA,selalu ingat DIA dalam setiap perbuatan kita,dengan memuliakan dan mengharumkan namaNYA melalui tindakan dan laku kita dalam hidup bermasyarakat yang terdiri dari berbagai suku,agama,kepercayaan dan prilaku.

Bagaimana cara kita mengasihi sesama?
Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan.
Jangan perbuat hal-hal yang tidak ingin engkau dapatkan dari orang lain.
Karena alam semesta menjalankan hukum tabur tuai dengan konsisten…engkau akan menuai apa yang engkau tabur.

Alkisah..ada seorang bapak dari 5 orang putri yang nakalnya “minta ampun”. Dia (sang bapak) selalu melarikan diri dari suasana yang tidak nyaman dirumahnya sehabis seharian kerja dikantor dengan melakukan pekerjaan pelayanan bagi Tuhan,menjadi gitaris dan vokalis bagi koor gereja dan meninggalkan sang istri dengan segala “kekacauan” akibat kelima putri mereka
.
Nanny Deb dari “Nanny 911” (profesional yang diminta tolong untuk mengatasi masalah mereka) menangkap “kelicikan” sang bapak.
Pada akhir pekan nanny Deb meminta sang istri meninggalkan rumah dan seluruh tugas rumah tangga serta mengasuh anak-anak kepada sang bapak.
Setelah merasakan pertukaran “profesi”, barulah sang bapak respek dan sepaham dengan Oprah..bahwa pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan TERBERAT didunia ^_^

Oleh nanny Deb,sang bapak disarankan lebih banyak memberikan waktu untuk anak-anak agar mereka bisa merasakan kehadiran dan perhatian serta cinta kedua orang tua mereka dalam rangka memberi teladan dan mendisiplinkan mereka.
Pada waktu yang bersamaan,sang bapak dipilih menjadi bendahara gereja yang bakal lebih banyak menyita waktu dan perhatiannya.

Sungguh suatu dilema yang berat bagi dia untuk memilih dan memutuskan.
Dia membicarakan hal tersebut dengan para pengurus gereja .
Ada 2 skenario percakapan yang terjadi…..(selalu ada 2 sisi dalam setiap kita tindakan kita bukan?)

Skenario 1:
Bapak : Untuk waktu sekarang,aku tidak bisa mengemban tugas sebagai bendahara karena waktu ku diperlukan untuk mengatasi masalah anak-anak dirumah.
Pengurus : Lho…ini kan pelayanan bagi Tuhan…jangan gitu dong…gimana sih kamu ini?
Bapak : * Merasa bersalah dan bingung.*

Skenario 2 :
Bapak : Untuk waktu sekarang,aku tidak bisa mengemban tugas sebagai bendahara karena waktu ku diperlukan untuk mengatasi masalah anak-anak dirumah.
Pengurus : Tuhan nomer satu,Rumah tangga nomer dua,Bendahara nomer tiga……
No problem,selesaikan dulu masalahmu,nanti kita bicarakan lagi…
Kalau perlu bantuan bilang saja ke kami,kami pasti usahakan bantu…
Bapak : * Pulang dengan perasaan lega *

Skenario yang mana yang anda pilih? Yang mencerminkan kasih dan dukungan yang membangun keimanan jemaat?………….yakin dan pasti….skenario 2.

Alangkah indahnya kalau kita (Jemaat dan para pekerja kudusnya) bisa saling berkomunikasi dengan nyaman dan santai….mengurangi emosi dan syak wasangka negatif, guna mendapatkan hasil yang terbaik dari apapun masalah yang kita hadapi.
Nilai kehidupan kita didapat dari cara kita memandang dan memecahkan masalah dan selama kita hidup di dunia ini ,kita tidak akan pernah lepas dari masalah…besar maupun kecil.

Mari kita nyatakan kasih kita melalui perbuatan kita…bukan hanya dengan lidah.
Sesuai dengan 1Yoh 3:18 : Anak-anakku,marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah,tetapi dalam perbuatan dan dalam kebenaran.
Demikian juga halnya dengan iman:Jika iman itu tidak disertai perbuatan,maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yakobus 2:17)
Ayat 24 : Jadi kamu lihat,bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya dengan iman.

Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus