"Kapan kawin?……….maybe yes……maybe no…..maybe soon…maybe later…….

Jargon diatas tidak asing lagi bagi anak-anak cowok yang dalam hitungan masehi dianggap sudah cukup matang untuk berumah tangga
Entah apa sebabnya…menurut kacamata ku pemuda-pemuda jaman sekarang daya "fight" nya untuk berkomitmen membentuk rumah tangga agak berkurang.
Ada juga sih yang berani (aku punya banyak contoh kasus)…menikah umur 22 tahun,23 tahun….tapi dengan dukungan (moril dan finansial) dari orang tua.
Dengan kata lain, orang tuanya dah kebelet pengen punya cucu(hahaha),anaknya di jodohkan dan dijamin pengeluarannya.

Aku kurang setuju dengan cara diatas…dengan alasan:
Bagi si orangtua….sampai kapan kita(senior) dapat menikmati "kursi goyang" menikmati hasil jerih payah kita?,kalau kita tetap membiayai Rumah Tangga dan Keluarga baru yang terus tumbuh?
Bagi si anak….tunjangan/kemanjaan adalah sangat bertolak belakang dengan kemandirian yang menjadi tuntutan utama kalau memang mau jadi orang sukses(dalam keluarga dan karier/bisnis)

Tidak sedikit juga pemuda yang sudah cukup umur,sudah punya pacar,tapi ragu melangkah ke jenjang yang lanjut…alasannya … belum mapan! "'Gimana  kasih makan pakai anak orang?" alasannya ketika ditanya .

Untuk para pemuda(yang merasa sudah menemukan tulang rusuknya) ,
ini tips-tips dari ku ,mudah-mudahan berguna….
1.Mantapkan pilihanmu…buka mata lebar-lebar atas kekurangan dan kelebihannya…dan….kau harus tutup mata kalau sudah menikah).
2.Ceritakan juga secara fair kelebihan dan kekuranganmu(menurut versi teman-teman dan keluarga dekatmu) kepada nya.
3.Satukan visi kedepan….life style yang kalian kehendaki di masa depan(karena anak perempuan jaman sekarang sudah tau dan mengerti tentang hak personal dan pengembangan diri,BEDA dengan jamanku dulu…..90% serah diri di "leading & formatting"  suami)
4.Kalau OKAY…melangkahlah dengan mantap ke altar/catatan sipil.
5.Masalah rejeki…serahkan semua kepadaNYA.Rejeki berdua pasti lebih baik dari sendiri,apalagi ber 3,ber 4 dan ber 5 (catatan…!!!  3,4 dan 5 adalah junior/juniorita…bukan other…woman /man)
(Aku dan Gun memulai hidup dengan kondisi "minus" bukan dari NOl lagi….Puji Tuhan …sekarang aku dah merasa mulai duduk "dikursi goyang" walau sekali-sekali masih harus turun dan membantu mengontrol dan menginspeksi "motor" yang menunjang penerimaan kami🙂 …. tidak baik juga untuk kesehatan kalau terus-terusan duduk kan? ^_^

Yang paling penting:
Melangkahlah ke altar/catatan sipil dengan Satu Iman dan Niat Baik.
Tuhan pasti jaga dan limpahi kalian dengan berkatNYA.

Bagaimana?