Kemarin ada kesempatan kumpul bersama teman-teman sebaya,bergosip ria mulai dari isue pembantu sampai dengan “harta”(anak dan suami) hahahahaha seru deh….

Ternyata semua kalau diambil bersih…problemnya sama….
~ tentang situasi sulit menjembatani anak(dengan ilmu dan idealogi nya yang baru memasuki “dunia persilatan”) dan bapak(dengan segudang “asam garam” nya)
~ tentang anak-anak…bahwa lebih enak ketika anak-anak kecil dulu…di kasih makan,disuruh belajar..dikasih uang jajan sedikit…beres deh…
Sekarang ..makin besar..makin pintar,makin canggih tuntutan(beda dengan jaman nyak & babe nya dulu…mana berani nuntut macam-macam…sudah dibesarkan dan tidak di kasih kan ke orang lain saja ,sudah syukur.(dulu banyak anak perempuan yang dikasihkan ke orang/teman/keluarga karena kebanyakan anak perempuan)….(padahal kita nggak boleh membandingan “jadul” dengan “jasek” ya….masing-masing jaman ada hoky dan hikmah dan tantangan tersendiri — betul?
~ tentang soulmate anak-anak…* susah diatur !! * menurut mereka….(eiittt mami tidak termasuk ngomong lhooo —>untuk indra dan kiki ^_^)
Ibu2 : Anak-anak sekarang susah di atur…Kita kenalkan(maksudnya : jodoh kan) kada mau…
Me : Sudah kada jaman nya lagi main jodoh-jodoh an.
Ibu2 : Daripada kekawalannya yang kada tahu ujung puhun nya(maksudnya bibit,bebet dan bobot),mending sama pepadaan kalo?
Me : Menurut kita baik,belum tentu menurut mereka baik…Kena disahuti nya…mami kah yang kawin? inya kah? hayooo keyapa?
Ibu2 : Dasar bujur….anak nda kemarin menyahuti kaya itu jua
Me + Ibu2 : HAHAHAHAHAHAHAHAHA
Me : Handak di apakan yu? Be Doa ai minta sama di atas untuk menyambung benang merah mereka dengan jodoh-jodoh mereka yang sudah di tetapkanNYA( kan ada ayat..kita di ciptakan berpasang-pasangan = masing-masing dah ada jodoh nya…bujur kada?)
Ibu2 : Mun be doa ja kada be usaha..sampai pabila? Jodoh kada me libuk gugur dari atas
Me : ???????? #@***@#

Memang secara pribadi aku akui….dulu prinsip ku..asal anak-anak ku bahagia(apapun kondisinya) kami ..orang tua turut bahagia….
Sekarang seiring waktu dan tingkat senioritas…masuk hitungan juga…Tanggung jawab kami kepadaNYA(sang pemilik hidup) terhadap titipanNYA,
Aku tak tahu,bisa kah ini diterima oleh anak-anak dan “anak-anak” ku…
~Sebagai anak laki(yang akan mengemudikan “bahtera”….aku bayangkan …pasti akan lebih “nyaman dan mantap” bagi dia untuk memegang “kemudi” kalau orang disampingnya “percaya dan yakin” serta searah dan setujuan dengan nya.
~Sebagai anak perempuan(yang memilih “bahtera” yang akan membawanya….akan mulus perjalanan nya kalau sang nahkoda “mahir dan mantap” memegang kemudi bahtera dan yang penting arah dan tujuan sang nahkoda = arah dan tujuan nya.

Kalaupun ada pertimbangan emansipasi,persamaan hak dan derajat wanita dan pria….
Daya pikir otakku cuma begini….
“Wanita di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki” ….Semua mengakui hal ini bukan?
Bagaimanapun ,yang “utuh”dan diciptakan pertama kali oleh NYA adalah laki-laki….wajar kalau mereka harus dan lebih unggul dari kita kaum wanita,karena kita adalah “bagian” keutuhan laki-laki(tulang rusuk nya).
Kita adalah “pelengkap” mereka (bukan tulang tengkorak nya….untuk me “atas” i mereka)
tapi juga “melindungi” hati mereka.(bukan tulang telapak kakinya…untuk di “injak-injak”)
Bagaimana?

ps
Feed back ” dari kalian kaum muda di harapkan….thank u