“SURGA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU” demikian kata pepatah yang sudah kita kenal…
Sebagai seorang perempuan yang telah dua kali melahirkan (berarti berstatus sebagai ibu…) ,pastinya aku akan sangat “memuja” pribahasa diatas….hehehehe (aji mumpung mode on)
Tapi aku akan memberi beberapa gambaran dan realita yang aku tangkap dalam perjalanan hidupku …..

Pernah lihat tayangan pada saat Ahmad Dhani (suami Maia) ulang tahun? Dimana Dhani meminum air bekas cuci kaki sang bunda. Menurut Dhani, hal itu ia lakukan sebagai bukti bakti dirinya kepada sang bunda.
Dhani berhak mengekspresikan baktinya kepada sang bunda dengan bertindak begitu….TAPI…..

Ingatkah Dhani bahwa anak-anak mereka (Al,El dan Dul) juga mempunyai bunda yang seharusnya mereka hormati juga.
Setidaknya Joice(bunda Dhani) ingat..bahwa masih ada bunda yang lain yang berkaitan darah dengan cucu-cucunya yang juga berhak menerima “tanda bakti” dari anak-anak yang telah dikandung dan dilahirkannya,yang sekarang sedang berseteru dengan anak kandungnya(Dhani) yang telah membuktikan baktinya sebagai anak dengan meminum air bekas cuci kakinya.
Tidak tergerakkah hati Joice (yang berdiri diatas “surga”) untuk menjadi penghubung yang bisa menyatukan kembali bahtera yang ditumpangi anak,mantu dan cucu-cucunya?.

Ingat jugakah anda kasus Kiki Fatmala dengan ibu kandungnya yang bolak-balik di tayangkan di televisi?

Dari pengalaman nyata yang sempat kutangkap untuk berbagi di blog ini……
Ada seorang ibu yang mempunyai anak gadis remaja…..cantik,manis dan pintar……
Selayaknya remaja putri, dia mulai membina hubungan dengan seorang cowok.
Sang bunda terlalu tergesa-gesa menganggap itu adalah hubungan serius dan telah menyelidiki “potensi” si cowok untuk membahagiakan anak gadisnya,sayangnya….berdasarkan perhitungannya sang bunda…..”potensi ” si cowok” hasilnya “under value”.
Lalu bersuaralah sang bunda kepada si remaja putri:” Daripada ikut dia…lebih baik ikut mama,mama masih mampu mengongkosi kamu sampai kapanpun”

Masihkah …surga berada ditelapak kaki ibu?

Balik ke topik diatas…..,mendengar pernyataan sang mama tersebut ,aku hanya “urut dada”….. tak sadarkah dia…kata-kata yang keluar dari mulut seorang ibu = DOA .
Faktanya….hari ini si remaja putri sudah berusia diatas 35 tahun (masih manis ,cantik dan pintar plus lebih bijak) ternyata masih hidup bersama sang mama dan masih belum menemukan soulmate nya.
Senyaman dan bahagianya seorang anak hidup dengan orang tuanya…..beda dengan kalau dia hidup dengan soulmate nya.
Doa seorang ibu diperlukan agar dia menemukan “true soulmate” anak-anaknya(cewek maupun cowok),yang telah disiapkan dan menurut kehendakNYA.
Mudah-mudahan dia menemukan “surga” yang sebenarnya tanpa meminum air bekas cuci kaki bundanya.

Surga bukanlah sebuah tempat,melainkan adalah rangkaian sikap anda terhadap dan selama menjalani kehidupan ini.(Gede Prama – Key of happiness)
Anda akan bertemu surga,jika hasil dari rangkaian sikap anda benar.
Sikap ini dimulai dari meminimalis kekhawatiran,menghitung-hitung berdasarkan kehendak anda.
Kita boleh berusaha keras selama tidak serong dari hukumNYA,serahkan semua kepada kehendakNYA,yakinkan diri bahwa tiada sesuatu akan terjadi tanpa seijinNYA dan DIA pasti berikan yang terbaik bagi kita umatNYA.

Bakti dan penyembahan hanya bagi TUHAN kita yang Esa dan Maha Kuasa.
Bagaimana?

About these ads